HALO SEMARANG – Keinginan Pemerintah RI untuk melakukan peralihan dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil ke kendaraan listrik, mendapat dukungan Korlantas Polri.
“Kami sudah sangat siap mendukung program ini dan bahkan Polda Metro Jaya sudah lebih dari 50 kendaraan yang sudah dikonversi bekerja sama dengan kementerian ESDM,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, dalam acara Electric Vechile Funday, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/11/22).
Irjen Pol Firman Shantyabudi, menjelaskan secara administratif pada kendaraan yang dikonversi nantinya akan diberikan keterangan khusus, sebagai kendaraan listrik di STNK dan BPKB.
Namun hal ini tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Di STNK dan BPKB nantinya keterangan CC/Kwh sudah siap, sehingga nanti tinggal tunggu saja informasi dari Pemerintah Pusat ketika ada pergantian baterai. Apakah nanti baterainya ada nomor serinya atau motornya yang kita jadikan identitas di STNK/BPKB sebagai kepemilikan. Sehingga tinggal menunggu dari kementerian-kementerian yang kendaraannya akan dikonversi,” jelas Kakorlantas, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Senin (21/11/2022).
Irjen Pol Firman Shantyabudi meminta masyarakat yang ingin mengkonversi kendaraan BBM ke listrik, tidak menggunakan kesempatan itu untuk melakukan tindak pidana.
Dengan kata lain, kendaraan BBM yang dikonversi ke listrik, bukanlah barang hasil curian atau kejahatan.
Sebab jika kendaraan yang dikonversi ke listrik merupakan hasil tindak pidana, maka pengesahan pada kendaraan tersebut tidak dapat dilakukan.
“Tentunya motor yang akan dikonversi ini tidak terlapor sebagai barang curian atau barang hilang. Maka kita langsung mengusulkan atau menerbitkan STNK / BPKB barunya. Sehingga program ini bisa dilaksanakan secara langsung,” ungkap Kakorlantas.
Sebelumnya, bentuk dukungan Polri pada penggunaan kendaraan listrik ini, juga sudah dilaksanakan dalam pengamanan KTT G20 di Bali.
Saat itu Polri menggunakan beragam kendaraan listrik, antara lain Renault Twizy, untuk pengawalan hingga patroli.
Kendaraan ini dipakai untuk patroli mengamankan beberapa wilayah yang menjadi venue dan tempat akomodasi delegasi.
Mobil listik Renault Twizy juga digunakan dalam patroli keliling kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali. Enam mobil ini diawaki oleh 12 anggota Polri-TNI, yang semuanya perempuan.
Para Polisi Wanita (polwan) dan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini, terlihat lihai mengendarai kendaraan yang berkapasitas dua orang.
Mereka berkeliling kawasan Nusa Dua untuk memastikan keamanan delegasi dan kepala negara. Dengan sirine, mereka berkeliling dan sesekali memberikan imbauan-imbauan melalui pengeras suara.
“Patroli ini kendaraan listrik ini selain memastikan keamanan juga dilakukan guna mendukung energi ramah lingkungan,” kata Kepala DIvisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (HS-08)