HALO SEMARANG – Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), menjadi venue utama pada perhelatan puncak G20 di Bali.
Tempat yang dikenal sebagai ikon pariwisata Bali itu, menjadi tempat jamuan makan malam bagi kepala negara dan delegasi yang hadir.
Tempat ini dipilih karena ada patung GWK, yang merupakan patung tertinggi ke-3 di dunia.
Patung itu yang berbentuk dewa Wisnu mengenakan mahkota emas dan burung garuda berukuran besar.
Pembuatan patung ini mencapai Rp 450 miliar pada 2018.
Pemilihan nama Garuda Wisnu Kencana, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id, mengacu pada patung yang berbentuk dewa Wisnu mengenakan mahkota emas dan burung garuda berukuran besar, ‘kencana’ sendiri memiliki arti ‘emas’.
Wisnu dalam agama Hindu, merupakan dewa pemelihara. Adapun burung Garuda yang dikendarainya, menjadi bagian dari kisah Garuda dan Kerajaannya, yang bercerita tentang rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda, dalam menyelamatkan ibunya dari perbudakan, yang ketika itu dia dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung Garuda Wisnu Kencana digunakan sebagai patung penyambut wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali.
Hal ini karena patung setinggi 121 meter ini ini, dapat dilihat dengan sangat jelas dan mengagumkan dari pesawat, ketika memasuki Pulau Bali. Hal itu karena lokasinya yang dekat dengan bandara Ngurah Rai Bali.
Sementara itu dari badungtourism.badungkab.go.id diperoleh informasi, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, terletak di Bukit Ungasan di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung sekitar 17 km atau 16 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Lokasi patung itu berdiri adalah bukit batu kapur setinggi 263 meter di atas permukaan laut.
Dari ketinggian ini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan bagian selatan Pulau Bali, dengan pantai Samudera Hindia.
Sementara di sisi utara, beberapa pesawat datang dan pergi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta pemandangan Kota Badung.
Luas kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini sekitar 250 hektare, dan direncanakan sebagai landmark atau maskot Bali.
Patung itu adalah patung Dewa Wisnu yang menunggang Burung Garuda. Dibangun setinggi 75 meter, dengan fondasi 70 meter, tinggi sayap Garuda juga akan membentang 66 meter lebar.
Bahan utama untuk pembuatan patung adalah tembaga dan kuningan dengan berat total sekitar 4.000 ton.
Awalnya GWK Cultural Park dirancang untuk menjadi salah satu tempat pertunjukan prestisius di Bali.
Seperti kota mini hampir semua fasilitas tersedia di sini, seperti Kolam Teratai dikelilingi oleh pilar batu dan latar belakang batu dari kepala negara Burung Garuda membuat area dengan kapasitas 7500 toko seni Plaza Vishnu, Ruang Pameran, Amphitheater memiliki kapasitas 800 kursi , Street Theatre adalah panggung terbuka dan restoran Jendela Bali dengan pemandangan Pantai Jimbaran.
Selain dekat patung Dewa Wisnu ada mata air suci bernama Parahyangan Somaka Giri.
Mata air ini diyakini melengkung berbagai penyakit karena memiliki kandungan mineral yang sangat baik.
Penduduk yang berdekatan telah menggunakan air dari Parahyangan Somaka Giri untuk perawatan sejak lama. (HS-08)