in

Longsor Terjadi di Tiga Lokasi, BPBD Wonosobo Minta Masyarakat Waspada

 

HALO WONOSOBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, memperingatkan warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan, untuk mewaspadai bahaya tanah longsor.

Permintaan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono, terkait curah hujan tinggi dalam waktu lama, yang sewaktu-waktu dapat mengguyur wilayah tersebut.

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah, yang dapat berlanjut menjadi bencana longsor. Selain longsor, warga juga diminta untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir.

“Apabila menemukan potensi longsor maupun banjir di sekitar lokasi tempat tinggal, silahkan hubungi kami di BPBD atau melalui relawan di wilayah terdekat agar bisa mendapatkan penanganan lebih cepat, untuk meminimalisasi munculnya kerugian, baik materiil dan korban jiwa,” kata Bambang, seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Sebelumnya, beberapa peristiwa longsor telah terjadi di Kabupaten Wonosobo, hingga menyebabkan kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah.

Di sela-sela koordinasi dengan potensi-potensi siaga bencana, Minggu (19/12), Bambang mengatakan pihaknya menerima laporan, ada tiga peristiwa longsor, yakni di Desa Wonolelo dan Kelurahan Bumireso Kecamatan Wonosobo, serta Dusun Lemiring, Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah.

“Baru saja kami menerima laporan ketiga kejadian tanah longsor di Dusun Wonosuko Desa Wonolelo, menimpa rumah milik Sutopo, warga RT 2, longsor pada Sabtu malam, sekitar pukul 20.15 WIB, tidak menimbulkan korban jiwa, sementara kerugian masih dihitung,” ungkap Bambang.

Musibah di Wonolelo, menurut Bambang merupakan kejadian ketiga, setelah Kamis (16/12), tanah longsor juga terjadi di Dusun Lemiring, Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah. Peristiwa itu mengakibatkan rumah milik Ngabas, di RT 2 RW 3 rusak berat tertimpa material longsor dari tebing setinggi 10 meter.

“Kerusakan di kediaman Ngabas meliputi dapur, kamar mandi dan ruang tamu, dengan kerugian materiil mencapai sekitar Rp 15 juta,” kata dia.

Tanah longsor di Lemiring, menurut Bambang juga terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dalam lama mengguyur kawasan setempat.

Jajaran BPBD bersama unsur TNI dan Polri dari Polsek dan Koramil Mojotengah, dibantu warga setempat, telah bahu membahu menyingkirkan tanah dan berupaya memulihkan kondisi sekitar rumah Ngabas.

Kejadian musibah longsor, juga menimpa rumah kos milik Basir, warga RT 7 RW 5 Perumahan Purnamandala, Kelurahan Bumireso, Kecamatan Wonosobo.

“Untuk koronologi kejadian di Bumireso, seperti disampaikan penyewa rumah, juga diawali oleh hujan deras selama sehari sebelumnya. Pada malam sekitar pukul 22.00 WIB, tembok bagian belakang rumah roboh beserta senderannya,” kata Bambang.

Tebing dengan tinggi 10 meter dan lebar 15 meter itu, disebut Bambang berada pada posisi kemiringan kurang lebih 70%.

“Dari estimasi awal, kerugian diperkirakan mencapai 20 Juta Rupiah dan meski dalam keadaan sedang dihuni, tidak ada korban jiwa maupun luka,” kata dia. (HS-08)

Peringati HUT Purbalingga, Compas Bagikan Lebih dari 1.000 Siomai Gratis

Dahaga Tantangan Baru, Tak Tergoda Gaji Selangit