HALO SEMARANG – Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, Irjen Faisal berkomitmen untuk terus melakukan perubahan ke arah lebih baik. Salah satu upaya yang akan dilakukan, adalah melakukan transformasi pengawasan, dari konvensional ke berbasis digital.
Hal itu disampaikan Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, Irjen Faisal, saat membuka Lokakarya Pengawasan (Lokwas) Tahun 2022 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Selasa (25/10/2022).
“Memasuki era digitalisasi, pemanfaatan dan penguasaan teknologi merupakan salah satu indikator kemajuan organisasi yakni memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.
Faisal mengajak pun jajarannya untuk adaptif dan agile terhadap perubahan. Sesuai arahan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kemenag harus berbenah dalam dua hal yakni perbaikan sistem layanan publik dan pencegahan sistem transaksional.
Upaya yang dilakukan lanjutnya dengan mendorong setiap pimpinan instansi untuk menciptakan inovasi dalam rangka menciptakan pelayanan publik yang berkualitas.
“ASN Kemenag harus mampu memberikan dampak yang maksimal terhadap masyarakat. Untuk mewujudkan birokrasi yang memiliki daya saing global dan birokrasi yang adaptif dan agile, diperlukan pengembangan kompetensi aparatur secara berkelanjutan,” sambungnya.
Faisal menambahkan bahwa pihaknya siap dan terbuka untuk melakukan transformasi pengawasan di Kementerian Agama.
Dia berharap terobosan ini bisa dirumuskan bersama oleh para auditor Itjen dalam forum Lokakarya Pengawasan yang berlangsung 25 – 27 Oktober 2022.
“Saya siap mendengarkan masukan dan rekomendasi dari bapak dan ibu. Saya akan mendengarkan secara seksama, sehingga saran yang kita terima selanjutnya bisa segera diterapkan untuk Kemenag lebih baik lagi,” kata Faisal. (HS-08)