SEBANYAK 127 (sampai berita ini ditulis, jumlah total korban masih berubah) orang meninggal dunia pada kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Kejadian ini tentu menjadi duka mendalam bagi persepak bolaan Indonesia. Apalagi korban yang berjatuhan sangat banyak, dan bisa dikatakan sebagai salah satu kasus kerusuhan dengan korban terbanyak dalam persepak bolaan di dunia.
Angka korban yang mencapai 127 orang meninggal dunia, lebih besar dari kasus rusuh Hillsborough Inggris (1989-dengan korban 96 suporter Liverpool yang meninggal dunia) dan kerusuhan Heysel Belgia (1985-yang membuat 36 suporter Juventus meninggal dunia).
Kejadian Hillsborough, Inggris terjadi pada 15 April 1989, pada semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool kontra Nottingham Forest.
Sedangkan kasus Heysel (1985) di Belgia, terjadi pada final Piala Champions 1985 yang mempertemukan Liverpool versus Juventus. Sebelum pertandingan dimulai, fans Liverpool sudah melempari suporter Juventus. Akibatnya, penggemar Si Nyonya Tua melarikan diri sementara yang lain mundur ke dinding beton.
Apesnya, dinding beton tersebut runtuh dan menimpa para penggemar klub tersebut. Tragedi itu mengakibatkan semua klub Inggris dilarang bermain di Eropa untuk jangka waktu lima tahun.
Dalam kasus kerusuhan di di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, semula pertandingan Arema vs Persebaya berlangsung lancar. Namun setelah pertandingan berakhir sejumlah pendukung Arema merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.
Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.
Semakin lama kekecewaan suporter makin kuat dan kemarahan tidak terkendali, karena disertai dengan lemparan benda-benda ke lapangan.
Guna meredakan kemarahan suporter polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter. Dari tembakan air mata itu suporter yang mencoba menghindar kian tidak terkendali, sehingga harus mengorbankan penonton lain dengan menginjak-injak guna menyelamatkan diri.
Banyak dari penonton yang mengalami sesak napas akibat asap gas air mata. Kerusuhan yang terjadi di lapangan Kanjuruhan juga mengakibatkan dua kendaraan polisi dirusak, salah satunya dibakar. Penonton juga dilaporkan membakar fasilitas lain di stadion.
Tidak saja terjadi di dalam, kerusuhan juga berimbas ke luar stadion. Total delapan kendaraan polisi dirusak. Para pemain Persebaya sempat tertahan hingga satu jam di kendaraan taktis milik polisi. Mobil rantis yang ditumpangi Persebaya juga dilempari suporter Arema.
Sekitar pukul 03:00, Minggu (2/10/2022), Polda Jawa Timur menggelar konferensi pers terjadi tragedi di Kanjuruhan. Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya polisi.
Akibat kejadian itu operator kompetisi BRI Liga 1 2022/2023, PT Liga Indonesia Baru (LIB) langsung bersikap. “Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” sebut Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Minggu dini hari (2/10/2022).
Lebih lanjut, Akhmad Hadian Lukita juga menegaskan bahwa pihaknya memutuskan bahwa kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 dihentikan selama sepekan. “Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” jelasnya.(HS)