in

Tanggapi Laporan Masyarakat, Bupati Kudus Kunjungi Balita Penderita Down Syndrome

Bupati Kudus, Hartopo (kiri) mengunjungi dan membantu, Farisa Shidqia Ramadhani, balita berusia 4 tahun, penderita down syndrome, di RT 02 RW 01, Desa Loram Kulon, Jati, Kudus. (Foto : laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Bupati Kudus, Hartopo memandang perlu adanya komunitas untuk anak berkebutuhan khusus, agar Pemkab Kudus mudah memonitor keberadaan anak-anak itu dan membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus, Hartopo ketika mengunjungi dan membantu, Farisa Shidqia Ramadhani, balita berusia 4 tahun, penderita down syndrome, di RT 02 RW 01, Desa Loram Kulon, Jati, Kudus.

Selain down syndrome yang merupakan kelainan genetik itu, Farisa juga menderita penyakit jantung bawaan, hipotiroid, serta keterlambatan pertumbuhan.

“Kami menanggapi laporan masyarakat, bahwa Pak Edi membutuhkan bantuan, untuk terapi anaknya yang menderita down syndrome, sementara dirinya menggunakan BPJS mandiri dan belum terdaftar dalam peserta PBI,” kata dia, seperti dirilis laman Diskomnfo Kudus.

Pada saat itu Hartopo pun memerintahkan Dinsos P3AP2KB dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, untuk segera menindaklanjuti pemberian bantuan kepada keluarga Edi Susanto, orang tua Farisa.

“Sudah saya komunikasikan dengan Dinsos dan DKK, untuk menindaklanjuti agar diusulkan pengalihan BPJS mandiri ke PBI APBD dan masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteran Sosial),” kata Hartopo.

Sebagai seorang pelayan publik, Hartopo menekankan pentingnya kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat ketika ada suatu keluhan ataupun permasalahan yang terjadi.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong dengan sesama, apalagi sebagai seorang pelayan publik. Sudah menjadi kewajiban saya memperhatikan masyarakatnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap semoga bantuan yang diberikan Pemkab Kudus dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga Edi Susanto selaku orang tua anak berkebutuhan khusus tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga Pak Edi, dapat meringankan beban beliau. Jangan dilihat dari bentuknya, namun ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Pemkab Kudus untuk masyarakatnya,” kata dia.

Edi Susanto, orang tua dari Farisa Sidqia Ramadhani mengatakan selama ini telah rutin melakukan pengobatan, untuk mengupayakan kesembuhan buah hatinya.

Tak jarang dirinya harus ke rumah sakit di Semarang untuk tes laborat.

“Anak saya aktif, cuma perkembangan IQ-nya yang lamban, anak 4 tahun tapi seperti anak 1 tahun. Selama ini harus rutin terapi down syndrome di RSUD Loekmono Hadi, 3 bulan sekali kontrol ke Semarang, untuk penyembuhan kelenjar tiroid sama cek laborat”.

Meski demikian, dirinya mengaku bersyukur karena resep obat-obatan sudah tersedia di Kudus, sehingga dirinya tak perlu mencari hingga keluar daerah.

“Alhamdulillah obatnya sudah tersedia di daerah (Kudus) cuma kontrolnya memang harus ke Semarang,” katanya.

Ungkapan terima kasih pun diberikan oleh keluarga Edi Susanto terhadap kepedulian dan perhatian Pemkab Kudus.

“Kemarin menggunakan BPJS mandiri, tapi sekarang sudah diambil alih oleh pemerintah daerah. Alhamdulillah terima kasih atas perhatiannya Pak Bupati dan seluruh jajaran di Pemkab Kudus,” kata dia. (HS-08)

Pecco, Teruslah Melaju..!

Bupati Blora Minta Kakang Mbakyu 2022 Ikut Kembangkan dan Pasarkan Sektor Wisata