in

Rayakan HUT Ke-179 Boyolali, Pemkab Siapkan Night Carnival, Kirab Obor,  hingga Festival Soto Nusantara

Sumber : boyolali.go.id

 

HALO BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali menyiapkan serangkaian perayaan meriah, untuk merayakan Hari Jadi Ke-179 Kabupaten Boyolali tahun 2026.

Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”, perayaan tahun ini akan diramaikan berbagai agenda budaya, seni, kuliner, olahraga hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Tak sekadar seremoni tahunan, Hari Jadi Boyolali kali ini menjadi momentum memperkuat identitas daerah sekaligus mengangkat potensi lokal yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Boyolali.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali, mengatakan tema yang diusung memiliki filosofi mendalam tentang arah pembangunan Boyolali ke depan.

“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syawalludin, seperti dirilis boyolali.go.id.

Menurutnya, frasa “Boyolali Bersolek” menggambarkan semangat daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan.

Sementara “Merawat Tradisi” menjadi pengingat agar nilai gotong royong, toleransi, kerukunan dan kebersamaan tetap dijaga oleh seluruh masyarakat.

Adapun “Memoles Potensi”, merupakan ajakan untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan Boyolali seperti peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata agar semakin mampu bersaing di masa depan.

Bibit Pohon

Dalam perayaan tahun ini, Pemkab Boyolali juga melanjutkan gerakan ramah lingkungan, yang sempat menjadi perhatian publik pada tahun sebelumnya.

Bupati Boyolali mengimbau instansi pemerintah, perusahaan maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Jadi Boyolali, agar mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.

Bibit yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk penghijauan di sejumlah kawasan, termasuk bantaran sungai, jembatan dan lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.

“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menjelaskan rangkaian acara akan dimulai pada Kamis (4/6/2026) dengan kegiatan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Malam harinya akan digelar Kirab Obor dan Niti Tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede, diikuti 22 camat se-Kabupaten Boyolali. Kirab tersebut menjadi simbol semangat persatuan dan pembangunan Boyolali.

Selanjutnya pada Jumat (5/6/2026), akan dilaksanakan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran yang dilanjutkan pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu AdvFest) 2026.

Puncak kemeriahan akan berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival, yang diprediksi menjadi magnet bagi ribuan pengunjung.

Soto Gratis

Agenda lain adalah Festival Soto Nusantara, yang akan digelar di kawasan Patung Susu Murni Boyolali.

Festival ini menghadirkan beragam kuliner soto khas Indonesia mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan hingga berbagai varian soto dari daerah lainnya.

Sebanyak 500 porsi soto akan dibagikan secara gratis, kepada masyarakat yang hadir.

Selain itu, peringatan Hari Jadi Boyolali juga akan diisi berbagai kegiatan kesenian, hiburan rakyat, olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako hingga pengajian akbar pada 26 Juni 2026.

Merbabu Art Fest

Salah satu agenda budaya lain yang menarik adalah Merbabu Art Festival (Merbabu Art Fest), yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.

Penggagas kegiatan, Harmoko, menjelaskan tema yang diangkat tahun ini adalah “Titi Jagat”, yang bermakna ruang kesadaran untuk mengingatkan manusia agar selalu rendah hati serta menghormati warisan para pendahulu.

Menariknya, pertunjukan tahun ini melibatkan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali yang telah menjalani proses latihan selama tiga bulan.

“Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak untuk menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu,” ujar Harmoko.

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menegaskan Hari Jadi Ke-179 Boyolali harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Menurutnya, Boyolali memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang harus terus dikembangkan secara bersama-sama.

“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.

Dengan deretan agenda budaya, lingkungan, kuliner hingga pemberdayaan masyarakat tersebut, Hari Jadi ke-179 Boyolali diharapkan menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan Boyolali menuju masa depan yang lebih gemilang. (HS-08)

 

 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta BPD Perkuat Ekonomi Daerah, Begini Caranya

Pemkab Purworejo Gelar Temu Investor, Potensi Kelola 60 Hektare Lahan Garam di Selatan