in

Pemkot Semarang Anggarkan Rp 6,4 M untuk Penanganan Stunting

HALO SEMARANG – Penanganan stunting di Kota Semarang terus dilakukan. Pemerintah Kota Semarang menganggarkan sebesar Rp 6,4 miliar untuk hal tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyebutkan, anggaran tersebut diporsikan di dua dinas, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan. Anggaran sebanyak Rp 3 miliar yang dianggarkan melalui Dinkes adalah untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting.

“Program PMT sudah dilakukan pada Maret dan April lalu. Kemudian isanya Rp 3,4 miliar dianggarkan melalui Dinas Ketahanan Pangan berupa pemberian susu yang kegiatannya berlangsung selama sepuluh bulan,” terangnya, Senin (22/8/2022).

Dikatakan Hakam, di tempatnya anggaran sudah habis. “Akhirnya, pemkot yang diinisiasi oleh Forum Kota Sehat bikin gerakan Si Bening (Semua Bergerak Menangani Stunting). Siapapun boleh jadi orang tua asuh yang memberikan tambahan makanan dengan fokus atensi anak usia dua tahun ke bawah. Yang usia dua ke atas juga tetap dapat atensi,” kata Hakam.

Lebih lanjut, Hakam mengatakan, kasus stunting tidak hanya disebabkan karena nutrisi yang kurang. Namun juga faktor lingkungan, misalnya sanitasi lingkungan, tata ruang, kepadatan penduduk, hingga tingkat kekumuhan. Maka, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder lain dalam penanganan hal tersebut antara lain Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Penataan Ruang (Distaru) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Kalau hanya fokus di PMT, kami hanya dapat 30 persen. Yang 70 persen juga tetap jadi atensi kami. Misalnya, PDAM sampling sumber-sumber air, ternyata didapatkan air mengandung coliform. Maka, tiap bulan perlu kami lakukan pengecekan,” jelasnya.

Menurut Hakam, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam penanganan stunting sudah mulai membuahkam hasil yang baik. Terbukti, pada awal 2022, angka stunting di Kota Semarang tercatat 3,13 persen. Pada Juli lalu, angka stunting tersebut sudah turun 1,36 persen. Jumlah bayi yang dilakukan operasi timbang sudah hampir 100 persen atau mencapai angka 98 ribu anak. (HS-06)

Nonton Karnaval 17-an, Warga Rembang Tumpah Ruah di Jl Dr Soetomo

Saatnya UMKM Bangkit Dan Naik Kelas