HALO JEPARA – Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mengajak masyarakat Bumi Kartini untuk segera bangkit pasca pandemi dan mewujudkan Indonesia maju.
“Momentum Kemerdekaan ini, jadikan untuk segera bangkit untuk mempercepat pembangunan di daerah,” ujar kata Edy Supriyanta saat pidato Upacara Peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (17/8/2022), di halaman Kantor Setda Jepara.
Menurut dia, ada empat point kebangkitan. Masing-masing adalah bangkit memacu kembali kreativitas dan inovasi serta bangkit untuk memperkuat karakter dan kearifan lokal sebagai identitas dan jati diri.
Selain itu bangkit untuk memperkokoh semangat persatuan, sinergitas, dan gotong royong dan bangkit mendorong pengembangan seluruh potensi daerah.
“Untuk bangkit, sikap optimistis dengan tetap berpikir, bersikap, dan bertindak positif mutlak dimiliki agar mampu pulih, bangkit, bergerak maju dan menjadi pemenang,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id
Namun masyarakat harus menyadari, di depan banyak permasalahan yang harus diselesaikan.
Dia menyebut beberapa permasalahan tersebut, antara lain stunting, tingginya angka pernikahan anak, rendahnya angka partisipasi kasar dan angka partisipasi murni, serta tren peningkatan angka putus sekolah.
“Infrastruktur dasar dan permasalahan sosial seperti turunnya minat generasi muda terhadap pelestarian seni ukir, narkoba, tingginya perceraian, konflik sosial, serta optimalisasi sektor pariwisata menjadi hal mendesak yang harus kita selesaikan,” kata dia.
Terkait pelestarian seni ukir ini, Edy Supriyanta, ketika membuka pameran dalam rangka Sedekah Bumi Desa Tahunan beberapa waktu lalu, pernah mengungkapkan perlunya dibuat peta jalan untuk mengangkat kembali kerajinan dan ekspor produk ukir kayu,
Menurut Edy Supriyanta, masalah regenerasi kerajinan ukir itu muncul, karena generasi muda saat ini banyak yang lebih berminat untuk bekerja, atau berusaha di bidang lain.
Padahal jika dapat digairahkan, kerajinan ukir Jepara dapat menjadi potensi penyerapan tenaga kerja.
Di Kecamatan Tahunan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra ukir di Kabupaten Jepara, terdapat lebih dari 2.000 pengusaha ukir. Jika masing-masing dapat merekrut 10 tenaga kerja, maka 20 ribu orang akan terserap.
“Kalau setiap pengusaha merekrut minimal 10 tenaga kerja, ini luar biasa. Namun kita harus mengedukasi dan mengajak generasi muda, untuk meneruskan seni ukir,” ujar Edy.
Selain mengajak generasi muda untuk menggeluti kerajinan ukir, Edy berupaya mencari terobosan agar eksportir produk kerajinan ini kembali berkibar.
Salah satunya dengan akan melakukan audiensi dengan Duta Besar Panama untuk Indonesia, untuk mencari peluang ekspor ke negara tersebut. (HS-08).