in

Dalang Cilik Hibur Masyarakat Boyolali di Lereng Merapi dan Merbabu

 

HALO BOYOLALI – Warga di lereng Gunung Merapi Merbabu di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, baru-baru ini dihibur oleh dalang cilik, Ki Radite Hanung Putra Eris Sandi asal Penggung, Kecamatan Boyolali.

Pentas wayang kulit di lapangan Simpang Pakubuwono VI Kecamatan Selo tersebut mengambil lakon “Wahyu Sri Mangkutoromo”, yang berarti wahyu untuk seorang raja.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Bianto, bahwa pada pentas seni wayang kulit pada siang hari ini, kemudian dilanjutkan dengan Ki Agung asal Pengging pada malam harinya, dengan mengambil lakon Dewa Amral, yang menceritakan tentang perubahan wujud Prabu Puntadewa menjadi raksasa, untuk menyelamatkan adik-adiknya di Kawah Candradimuka.

“Ya, untuk di Gladagsari dan Selo ini, pentas seni wayang kulit diawali dengan dalang cilik. Pentas seni wayang kulit ada enam putaran,” kata dia, seperti dirilis boyolali.go.id.

Ia mengatakan, tujuan pementasan wayang kulit oleh dalang cilik tersebut, untuk mengenalkan kesenian tradisional ini kepada anak-anak di tingkat SD dan SMP. Agar mereka mengenal seni dan budaya terutama wayang kulit.

“Kita mengenalkan seni dan budaya terhadap anak-anak, melalui pentas seni wayang kulit. Mereka harus tahu seni dan budaya yang ada di Boyolali ini,’’ kata Bianto.

Dengan adanya pementasan wayang kulit tersebut, dia berharap semua lapisan masyarakat di Boyolali, dapat menggenal seni dan budaya daerahnya.

Budaya tersebut tidak hanya wayang kulit, namun juga termasuk dalam cerita legenda, cerita daerah, dan tarian tradisional.

“Jadi budaya itu sangat banyak, dan warga masyarakat juga mesti tahu cerita legenda, cerita daerah Boyolali dan lainnya. Jadi tidak hanya pentas seni wayang kulit saja,” jelas dia.

Ia menambahkan, dalam pentas seni wayang kulit tersebut ada 6 dalang,yakni di Cepogo diawali dari dalang remaja, di Selo dalang cilik, kemudian di tempat lain seperti, di Gladaksari Ki Dalang Murtejo, Musuk Ki Dalang Subarno, Tamansari Ki Dalang Arif Sarjono, Ampel Ki Dalang Jungkung Darmoyo dan Cepogo dalang remaja kemudian untuk Selo dalang cilik.

“Pentas wayang kulit ini dimulai sejak hari ini tanggal 6 Agustus sampai 13 September 2022. Semua pentas dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu. Tujuan anak-anak libur sekolah bisa menonton wayang kulit,” kata dia. (HS-08)

Pecco Penuhi Janji di Silverstone

PKD PMII, Bupati Temanggung : Kita Masih Berbasis Nahdliyin