in

Kejurda Renang Indah, Ajang Regenerasi Atlet DIY

Kejuaraan Daerah Akuatik DIY 2022 subcabor Renang Indah.

HALO SPORT – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik DIY 2022 subcabang olahraga renang indah menjadi ajang regenerasi atlet dan pelatih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengda PRSI DIY berharap munculnya atlet-atlet muda yang bisa tampil di arena lebih tinggi seperti PON dan kejurnas.

Kejurda yang diselenggarakan di Depok Sport Centre (DSC), Minggu (24/7/2022), menjadi bagian dari upaya Pengda PRSI mendapatkan atlet-atlet muda di cabang renang. Apalagi, DIY memiliki prestasi cukup bagus di subcabang olahraga (subcabor) renang indah. Pada PON terakhir di Papua, DIY meraih satu medali perak di subcabor tersebut.

“Kami berharap ada kaderisasi tidak hanya atlet tetapi juga pelatih. Di subcabor renang indah. DIY berhasil meraih perak di PON Papua. Ini harus dipertahankan dan kalau bisa meraih prestasi lebih tinggi. Begitu pula kami ingin meraih prestasi di kejurnas atau Festival Aquatik Indonesia (FAI). Kami juga berharap ada kaderisasi pelatih agar setiap daerah memiliki pelatih untuk renang indah,” kata Rosa Palmastuti, Komisi Teknis (Komtek) Renang Indah Pengda PRSI DIY di Sleman.

Menurut Rosa kabupaten/kota di DIY membutuhkan lebih banyak pelatih renang indah. Ini terlihat dari peserta Kejurda yang tidak diikuti Kabupaten Kulonprogo. Pasalnya daerah itu tidak memiliki atlet renang indah. Kejurda itu sendiri diikuti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

“Bagaimana kita berharap munculnya atlet bila tidak ada pelatih di daerah-daerah. Pengda PRSI berharap kabupaten/kota memiliki pelatih renang indah,” ucap Rosa yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Kejurda Renang Indah.

“Kulonprogo tidak memiliki atlet untuk subcabor renang indah. Kami berharap dengan adanya kejurda ini mendorong daerah-daerah di DIY untuk kian aktif mengembangkan renang indah. Apalagi, Pengda PRSI DIY bakal rutin menggelar kejurda dari lima subcabor, termasuk renang indah,” ujar dia lagi.

Di Kejurda ada delapan nomor yang dilombakan. Sleman tampil sebagai juara umum setelah meraih tiga emas, lima perak dan dua perunggu. Kota Yogyakarta menduduki peringkat dua dengan mendapatkan dua emas, dua perak dan tiga perunggu.

Sedangkan Gunungkidul menempati posisi tiga setelah meraih dua emas dan dua perunggu. Kabupaten Bantul yang menduduki posisi empat mengantungi satu emas, satu perak dan satu perunggu.(HS)

Jadi Dalang Pembunuhan, KSAD Dudung Pastikan Kopda M Mendapat Sanksi Berat

Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Jemaah Haji Indonesia : Rasanya Seperti Jatuh di Planet Lain