MESKI kesibukan yang tinggi sebagai anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Nining Susanti mengaku lebih suka menghabiskan waktu dengan memasak bareng anak-anak di rumah di saat punya waktu luang. Menurut perempuan ramah kelahiran 15 September ini, dengan cara atau aktivitas memasak bersama itulah sekaligus untuk menjalin kebersamaan dengan keluarga di waktu libur.
Perempuan yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Kota Semarang tersebut mengaku memanfaatkan hari libur sebagai moment quality time untuk keluarga.
“Saya suka sekali masak kalau saat libur, buat makanan ringan, seperti kue, mi dengan anak-anak. Ini cara saya menjalin kedekatan dengan anak-anak, mengisi quality time keluarga, sekaligus mengurangi anak-anak berinteraksi dengan gudget,” katanya, saat dihubungi Halosemarang.id, Minggu (24/7/2022).
Dikatakan Nining, sapaan akrabnya, jika tak sempat untuk memasak, hari libur dia manfaatkan untuk mengajak keluarga makan di luar. Sedangkan makanan yang paling disukai dirinya dan anak-anak saat jajan di luar adalah mi. Variasi makanan dari adonan tepung terigu ini selalu membuat dirinya dan anak-anak merasa penasaran, apalagi yang diolah dengan berbagai cara pengolahan.
“Kalau ada restoran baru, dan ada menu mi, pasti kami pilih mi dengan memesan mi yang berbeda satu sama lainnya. Jadi bisa saling mencicipi rasanya. Atau kalau tidak masak sendiri di rumah,” imbuh perempuan yang juga punya hobi traveling ini.
Biasanya saat berkesempatan makan di luar bersama keluarga, dirinya dan anak-anak jarang memilih menu yang sama, karena bisa saling mencicipi dan membandingkan rasa makanan satu dengan yang lainnya.
“Kadang suka pesan mi goreng dan mi godog. Kalau mi goreng saja kan sudah biasa tapi selalu penasaran ada mi dibuat dengan berbagai variasi pengolahan dan jenis topingnya,” jelas perempuan yang tinggal di daerah Ngaliyan ini.
Nining mengaku, alasan dirinya yang akhir-akhir ini menyukai makanan mi karena menyesuaikan dengan selera anak-anaknya sejak dari kecil.
“Padahal saya termasuk orang yang tidak mengizinkan anak-anak makan mi, hanya membolehkannya makan mi kalau weekend atau sekali dalam sepekan saja. Kalau tiap hari saya larang anak-anak makan mi instan. Jadi kalau pas saya masakin mi, adalah saat yang paling ditunggu anak-anak, tapi mi saya masak dengan cara membuatnya sendiri dengan bumbu yang sehat, bukan dari kemasan di dalamnya dan memberikan toping yang sehat pula. Ada sayuran, daging dan telurnya juga,” pungkas Nining.(HS)