in

Dukung Pemkot Tekan Angka Stunting, IIDI Gelar Sosialisasi pada Ibu Hamil di Pekalongan Utara

Pembukaan sosialisasi pencegahan stunting, yang digelar IIDI Cabang Kota Pekalongan, di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (20/7/2022). (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kota Pekalongan, menggelar penyuluhan untuk ibu hamil, untuk membantu pemerintah menekan angka stunting di wilayah itu. Penyuluhan dalam rangka bulan bakti IIDI tersebut, dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (20/7/2022).

Sementara itu, Ketua IIDI kota Pekalongan, Anrev Musmen wilayah Pekalongan Utara menjadi prioritas utama, sebab dinilai rentan dan warganya perlu diberikan edukasi lebih, terkait pencegahan dan penanganan stunting.

“Untuk bulan ini, kami prioritaskan di Kecamatan Pekalongan Utara, karena di sini sangat rentan, kondisi cuaca dan masyarakatnya, sehingga kita prioritaskan,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Lebih lanjut dia menyebutkan, sebanyak 42 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, diberikan edukasi oleh dokter Yuniarti dan dokter Sumaroh. Penyuluhan akan dilakukan secara bertahap, kepada ibu hamil di tujuh kelurahan, yakni Kelurahan Krapyak, Panjang, Panjang Wetan, Padukuhan Kraton, Degayu, Bandengan dan Panjang Baru.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, sekaligus wakil ketua III Tim pelaksana percepatan stunting, Inggit Soraya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IIDI, karena telah berkontribusi membantu Pemerintah Kota Pekalongan dalam menurunkan angka stunting.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IIDI sudah memberikan sosialisasi untuk menurunkan angka stunting khususnya di kecamatan Utara, semoga nantinya ibu-ibu yang hadir bisa meningkatkan pemahamannya lagi tentang kesehatan pada masa hamil, pasca melahirkan, dan memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya, agar mereka terhindar dari stunting,” tandas Inggit.

Dengan semakin banyaknya kelompok masyarakat yang memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pemahaman stunting dan bagaimana upaya pencegahannya, Inggit berharap hal ini dapat menekan dan menurunkan angka stunting di Kota Pekalongan, sehingga di tahun 2024 target 12 persen dapat dicapai.

“IIDI sudah mendukung program pemerintah Kota Pekalongan, mudah-mudahan dengan semakin banyak yang mensosialisasikan edukasi penanganan stunting, angka ini bisa turun sesuai dengan target yang kita harapkan,” imbuhnya.

Dalam sambutannya Inggit menyampaikan beberapa cara pencegahan stunting sejak masa kehamilan di antaranya memenuhi kebutuhan nutrisi, melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menghindari asap rokok, dan olahraga rutin untuk meningkatkan stamina ibu hamil, mendukung pertumbuhan janin, dan mengurangi risiko terjadinya stunting. (HS-08)

Beri Pelatihan Kerja, Lapas Kelas II A Kota Pekalongan Gandeng Dinperinaker

Polisi dan TNI Lakukan Olah TKP Lanjutan Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang