HALO PEKALONGAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, mengapresiasi Lapas Kelas II A Pekalongan, yang memberikan pelatihan kemandirian kerja kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), dengan mengandeng para instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Dinperinaker Kota Pekalongan.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso MSi, mengungkapkan bahwa perekonomian Kota Pekalongan telah mulai pulih dan tahun 2021 tumbuh 3,56 %, setelah hampir dua tahun stagnan akibat pandemi Covid-19.
“Tentu hal ini memerlukan dukungan kesiapan sumber daya manusia. Industri pengolahan di Kota Pekalongan, khususnya sektor IKM Batik dan Juga IKM Logam dan besi telah memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan,” kata SBS, saat membuka Pelatihan Kemandirian Kerja, bagi WBP di Lapas Kelas II A Pekalongan, Rabu (20/7/2022).
Lanjut SBS menjelaskan, Dinperinaker sangat mendukung pelatihan kerja bidang menjahit dan las, untuk mendukung perkembangan industri pengolahan, khususnya Batik dan Logam/ Besi.
“Semoga para peserta sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan jika sudah keluar dari Lapas,” tutur SBS.
SBS berharap para WBP yang nantinya ketika sudah bebas bisa menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan dapat memulai usaha berbekal pelatihan di sini atau siap menyambut pasar kerja di Industri pengolahan khususnya IKM Batik dan IKM Logam/ besi yang ada di wilayah Kota Pekalongan atau luar Kota Pekalongan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Pekalongan, Imam Purwanto menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Dinperinaker Kota Pekalongan, dengan Lapas Kelas II A Pekalongan, dalam melaksanakan pelatihan sebagai tambahan bekal bagi WBP.
“Pelatihan kemandirian ini adalah salah satu bentuk pelatihan yang diberikan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan kerja WBP kami,” tandas Imam.
Imam ingin menciptakan tenaga kerja WBP yang terampil dan mandiri sehingga setelah lepas masa tahanan nanti bisa bekerja atau membuka usaha.
“Kegiatan ini menjadi target kinerja pemasyarakatan di mana kami sebagai pembina harus bisa menghasilkan WBP yang mempunyai keterampilan kerja dan mampu bersaing di dunia kerja setelah bebas dari sini,” kata Imam. (HS-08)