in

Jemaah Calon Haji Indonesia Tunjukkan Wajah Riang lewati Fast Track di Bandara Soekarno-Hatta

Layanan fast track di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Layanan fast track yang disediakan Pemerintah Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, mendapat sambutan dari jemaah calon haji Indonesia. Mereka rata-rata menunjukkan wajah riang, ketika melalui proses keimigrasian modern tersebut.

Kepala Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan Keimigrasian Arab Saudi Nuwwaf Alhariki, yang juga penanggung jawab pelayanan fast track jemaah haji Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, mengatakan layanan ini guna mempercepat pemeriksaan dokumen keimigrasian, bagi jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Jakarta.

Layanan ini memudahkan jemaah dalam proses pengecekan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor.

Nuwwaf Alhariqi menyampaikan, ada 15 counter yang dioperasikan dengan memakan waktu kurang lebih satu menit per jemaah. Pelayanan ini sepenuhnya menggantikan pelayanan keimigrasian konvensional, yang selama ini menyebabkan antrean panjang dan melelahkan bagi jemaah.

“Saya sendiri memperhatikan sistem pelayanan ini dibalas jemaah haji Indonesia dengan senyuman, wajah riang, tidak ada beban dan kesan kelelahan dikarenakan harus menunggu antrean,” kata Nuwwaf di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, saat mengecek langsung proses pelayanan bersama dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, Jum’at (24/6/2022), seperti dirilis kemenag.go.id.

“Sejauh ini pelayanan tidak ada kendala berarti, semua berjalan lancar, mudah dan dilayani oleh para tenaga pilihan, yang memang memahami bahasa Indonesia,” tambah Nuwwaf.

Nuwwaf berharap, pelayanan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah haji Indonesia yang dikenal tertib dan menaati aturan pelayanan haji di Tanah Suci.

Hilman Latief menilai bahwa layanan fast track ini luar biasa. Dia mengapresiasi pemerintah Arab Saudi atas pelayanan ini yang terbukti mempermudah jemaah haji Indonesia saat masuk dan keluar bandara tujuan di Arab Saudi.

“Saya juga mendapat laporan bahwa per hari ini, sebanyak 61.070 jemaah telah tiba di Tanah Suci dengan mudah dan prosesnya cepat menuju pintu keluar bandara dengan sistem pelayanan ini,” kata Hilman.

Hilman berharap tahun berikutnya dapat dipersiapkan sistem pelayanan yang sama dan diterapkan juga di bandara lain, misalnya embarkasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memang menjadi asal embarkasi jemaah haji terbanyak.

“Pelayanan ini juga sudah dipahami dengan baik oleh masyarakat Indonesia dikarenakan pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang pelayanan ini, juga pelayanan lain terkait kemudahan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Saudi kepada jemaah haji Indonesia,” kata Hilman. (HS-08)

Kasus Holywings, Kemenag : Hindari Isu SARA dalam Promosi Produk

Ambulans Kemenkes Indonesia dapat Izin Operasional dari Arab Saudi