HALO REMBANG – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, mengunjungi Sinta Aulia Maulidiyah (10), anak dari Desa Samaran, Kabupaten Rembang, yang menderita tumor tulang di kakinya.
Risma beserta rombongannya tiba di kediaman Sinta sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan dinasnya berpelat nomor RI 29.
Dalam pertemuan itu Risma berbincang dengan Sinta dan ibundanya sekitar 15 menit.
Motivasi pun diberikan Menteri yang pernah menjadi Wali Kota Surabaya itu, kepada Sinta, bahwa setiap anak dalam kondisi apapun, memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.
Risma juga memberikan bantuan uang tunai dan boneka boba kepada Sinta.
Menteri Sosial itu juga menyebut telah menggandeng Yayasan Kitabisa untuk membantu biaya kemoterapi anak yang bercita- cita menjadi polwan itu.
“Nanti yang lebih besar dan yang utama dari teman-teman Kitabisa. Nanti dari Kitabisa bentuknya uang. Tadi dari Kementerian Sosial juga berupa uang, tetapi tidak banyak, hanya untuk menyelesaikan sementara,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.
Sementara untuk Pendidikan Sinta ke depan, pihaknya akan membantu dengan program-program yang dimiliki oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Seperti diketahui, Sinta Aulia Maulidiyah (10), Februari 2022 lalu mendapatkan bantuan dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, untuk menjalani operasi amputasi sendi panggul kiri, di Rumah Sakit Polri Kramajat Jati.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id, mengatakan operasi di Rumah Sakit Polri Kramajat Jati, Jakarta tersebut ditangani tim dokter spesialis dari RS Polri Kramat Jati, RS Kanker Dharmais, RSCM, dan RS MSCCC Siloam.
Ramadhan menyebutkan, sebelum menjalani operasi, Sinta Aulia mendapat kunjungan dari Ketua Umum Bhayangkari Julianti Sigit Prabowo yang memberikan dukungan untuk kelancaran operasinya.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Asep Hendradiana, operasi dilaksanakan sesuai prosedur, di mana tim dokter harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Sinta Aulia dan orang tuanya.
Dalam proses mendapatkan izin tersebut, kata Asep, dipantau langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang datang langsung memberikan semangat kepada Sinta Aulia. (HS-08).