in

BNPB Memantau Prokes Terkendali pada Titik-Titik Rute Arus Mudik dan Balik

 

HALO SEMARANG – Selama arus mudik Lebaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan 26 pos pemantauan protokol kesehatan, di tujuh provinsi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD, dalam keterangan tertulis yang dirilis bnpb.go.id, menyebutkan pos-pos tersebut tersebar di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Untuk wilayah Lampung, pos pemantauan Lampung berada di Pelabuhan Bakauheni; DKI Jakarta, antara lain di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen dan Pelabuhan Tanjung Priuk; dan di Banten berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak.

Untuk pos pemantauan di Jawa Barat, terdapat di rest area Jakarta-Cikampek KM 57, Purbaleunyi Km72, Purbaleunyi Km88 B, Cipali Km85, Cipali Km102 A dan Jakarta-Cikampek Km62.

Pos Pemantauan Jawa Tengah berada di rest area Pejagan-Pemalang KM 260 B, Pejagan-Pemalang Km287 A, Semarang-Solo Km487 A dan Semarang-Solo Km456 B.

Untuk wilayah Jawa Timur, pos pemantauan berada di Pelabuhan Ketapang, rest area Ngawi-Kertosono Km597 B, Kertosono-Mojokerto Km726 B dan Gempol-Pasuruan Km66 B, Ngawi-Kertosono Km625 A dan Kertosono-Mojokerto Km725 A,

Adapun di Provinsi Bali, pos pemantauan berada di Pelabuhan Gilimanuk.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing provinsi dan kabupaten atau kota tersebut, petugas tak hanya memantau protokol kesehatan, melainkan juga mengingatkan pemudik agar tetap disiplin melaksanakan upaya pencegahan Covid-19 tersebut.

“Pos pemantauan yang tersebar di 26 titik ini, bertujuan untuk penegakkan disiplin prokes melalui pemakaian dan pendistribusian masker,” demikian disebutkan dalam keterangan tertulis tersebut.

Petugas juga memberikan imbauan untuk prokes, khususnya pemakaian masker, sabun cuci tangan dan hand-sanitizer.

Dari hasil pemantauan, diketahui fasilitas hand-sanitizer dan sabun cuci tangan di toilet umum, pada rest area tampak kurang, seperti di Km57 Cikampek, Km72 Purbaleunyi, Km72 A Cipularang dan Km102 Cipali.

Petugas pun sudah berkoordinasi dengan manajemen rest area dan memastikan ketersediaan sabun cuci tangan di toilet umum.

Untuk pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, petugas mendapati beberapa penumpang yang belum mendapatkan vaksin kedua. Mereka pun langsung difasilitasi untuk mendapatkan vaksin di pos kesehatan.

Sejumlah pedagang keliling atau asongan di Pelabuhan Gilimanuk, juga diketahui masih belum menerapkan protokol kesehatan. Demikian juga warga di fasilitas transportasi, seperti stasiun, terminal dan pelabuhan.

Dukungan BNPB ini merupakan tindak lanjut rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo terkait dengan pemantauan arus mudik dan arus balik dalam rangka hari raya Idul Fitri 1443 H. BNPB bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, BPBD dan lintas sektor, dalam pemantauan protokol kesehatan.

Lebih lanjut disampaikan, secara umum para pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, kebiasaan seperti ini juga juga harus dilaksanakan selama menjalankan liburan di kampung halaman, agar tidak ada pelonjakan kasus Covid-19. (HS-08)

Polisi Selamatkan Anak yang Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Banten

Ganjar Temui Aisyah, Gadis 12 Tahun Makassar yang Jadi Tulang Punggung Keluarga