in

Menjadikan Ramadan Semakin Menarik, Remaja Takom Banyumas Berlatih Aquaponik

Anak-anak berlatih budi daya tanaman dan lele, menggunakan sistem aquaponik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pesantren Ramadan yang digelar Takmir Masjid Sa'ad Al-Ahmadi Banyumas. (Foto : Banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Ada cara unik yang dilakukan Takmir Masjid Sa’ad Al-Ahmadi Banyumas, dalam memotivasi anak-anak agar mau mengikuti Pesantren Ramadan. Bukan hanya memberikan ilmu agama, takmir masjid juga membuat kegiatan bervariasi, antara lain berlatih aquaponik, atau budi daya Ikan di dalam ember.

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Kelompok Ikan Jangkar Belet,  Sodiq Iswahyudi, yang juga merupakan warga setempat, mengajak anak-anak Takom dan sekitarnya, berlatih memelihara ikan, dengan cara sederhana dan mudah.

“Teman-teman semua bisa memulai membuat budi daya ikan ini, dari kaleng cat kecil, nanti diisi lele lima ekor. Nanti kalau sudah bisa, ditambah lagi volume ember dan jumlah ikannya,” kata dia, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Sodiq Iswahyudi mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan teknik budi daya ikan yang mudah, yaitu di dalam ember. Bukan hanya ikan, di atas ember itu nantinya juga ditanami sayuran dengan media tanah atau arang.

Menurut Muhammad Iqbal, Ketua Takmir Masjid, kegiatan seperti ini dapat mempermudah warga memenuhi kebutuhan nutrisi dari sayur dan ikan.

“Bisa diterapkan di setiap rumah. Agar swasembada pangan minimal ada sayuran dan ikan nya,” kata dia.

Lebih lanjut Muhammad Iqbal menuturkan, dalam pesantren Ramadan tersebut diselenggarakan beragam kegiatan menarik. Hal itu bertujuan agar anak-anak dan remaja, lebih tertarik datang ke masjid.

Sementara itu menurut Baiq Tri Ratna Erawati, peneliti pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat, Aquaponik merupakan penggabungan  antara hidroponik  dengan ilmu perikanan.

Dalam artikel yang dia tulis dan dipublikasikan melalui laman ntb.litbang.pertanian.go.id, aquaponik merupakan salah satu sistem pertanian yang memadukan budi daya perikanaan dan budi daya tanaman, khususnya sayuran tanpa media tanah (hidroponik).

Sistem ini banyak digunakan masyarakat perkotaan, untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus. Dengan memilih aquaponik, pembudi daya dapat memanen dua hasil sekaligus dalam satu waktu, yaitu ikan dan sayuran segar.

Prinsip dalam sistem aquaponik ini, memanfaatkan kotoran ikan, sebagai suplai nutrisi atau pupuk bagi tanaman. Teknik ini juga memungkinkan siklus nitrogen terjadi.

Dalam budi daya ikan, amonia dalam bentuk NH3, bersifat racun pada ikan, karena dapat menyebabkan iritasi insang dan gangguan pernafasan. Namun demikian, dengan bantuan bakteri, amonia juga dapat diubah menjadi nitrogen yang menguntungkan tanaman.

Sayuran akan mengekstrak nitrogen dari air, membuat  air tersebut aman untuk  dikembalikan ke dalam kolam.

Siklus ini  terjadi berulang, di mana ikan menyediakan nutrisi dasar untuk bakteri, bakteri akan menyediakan nutrisi untuk tanaman, dan tanaman bertindak sebagai biofilter agar air kembali ke kolam ikan dalam keadaan bersih. (HS-08)

Ada Kegigihan Para Pemuda di Balik Pasar Ramadan Sekararum Rembang

Komisi VIII DPR Minta Kemenag Sosialisasikan Nilai Manfaat Keuangan Haji