in

Soal Rencana Kenaikan Pertalite, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang: Jangan Makin Bebani Masyarakat

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu “Liluk” Winarto menanggapi, terkait adanya rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite setelah kenaikan jenis Pertamax pada 1 April lalu.

Pihaknya berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali jika akan menaikkan harga Pertalite, mengingat saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Apalagi akan mendekati momen Lebaran dan musim mudik.

“Saat ini harga kebutuhan pokok sudah naik semua yang cukup bebani masyarakat, ini juga harus jadi pertimbangan pemerintah. Jangan malah membuat kebijakan yang tambah membebani masyarakat,” terangnya, Minggu (10/4/2022).

Harapan dia, pemerintah mempertimbangkan lagi dan benar-benar mengkaji serta mengevaluasi, karena baru saja menaikkan harga Pertamax yang cukup memberatkan masyarakat.

“Dengan kenaikan harga Pertamax sekitar Rp 4.000 per liternya dari harga sebelumnya ini cukup berat bagi masyarakat. Jangan sampai ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga Pertalite yang justru paling banyak dipakai masyarakat kecil untuk kebutuhan transportasi,” tandasnya.

Seharusnya, lanjut Liluk, pemerintah bisa membuat skala prioritas, agar tidak makin membebani masyarakat. “Saya kira menaikkan harga BBM jenis Pertalite bukan solusi, perlu dikaji dan evaluasi lagi dengan matang,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, menurut pakar transportasi dari Unika Soegijopranata, Djoko Setijowarno, dengan dibolehkannya masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini, perlu diantisipasi terkait kelangkaan BBM untuk pemudik.

“Jangan sampai ada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya untuk transportasi umum. Ini perlu diantisipasi serius agar tidak mengganggu mobilitas arus mudik. Mengingat akan ada potensi pergerakan nasional pada Lebaran 2022, dari survei pertama sekitar 20,3 persen atau 55 juta orang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Dan survei kedua, meningkat menjadi 29,4 persen atau 79,4 juta orang. Sedangkan potensi pergerakan dari Jabodetabek pada survei pertama sebanyak 9,1 juta orang atau 26,84 persen dari penduduk Jabodetabek. Setelah dilakukan survei kedua mengalami peningkatan menjadi 13 juta orang atau 38,35 persen,” terangnya.(Advetorial-HS)

Rooms Inc Semarang Kembali Tawarkan Promo Paket Kamar Selama Ramadan

Polres Banjarnegara Gelar Operasi Yustisi dan Kampanye Prokes