in

BLU PIP: Realisasi Pembiayaan Ultra Mikro Capai Rp 18 Triliun

Foto ilustrasi: Alur Pembiayaan Ultra Mikro BLU PIP.

HALO SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencatat, hingga tahun 2021 jumlah realisasi pembiayaan Ultra Mikro secara nasional mencapai sebesar Rp 18 triliun. Penyaluran pembiayaan tersebut untuk sebanyak 5,5 juta nasabah.

Kepala Divisi Penyaluran Pembiayaan I Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ary Dekky Hananto mengatakan, pembiayaan ultra mikro terbesar disalurkan di sektor pedagang eceran yang mencapai Rp 6,71 triliun, disusul sektor perikanan sebesar Rp 227,58 miliar, sektor jasa sebesar Rp.59,56 miliar. Kemudian sektor Industri pengolahan sebesar Rp 30,52 miliar.

Pada tahun 2021 lalu pihaknya telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro sebesar Rp 7 triliun untuk 1,8 juta nasabah. Sementara untuk tahun 2022 ini penyaluran pembiayaan Ultra Mikro ditargetkan naik untuk dua juta nasabah

“Untuk 2022 ditargetkan dua juta debitur, jadi tumbuh di atas 10 persen. Dengan kondisi pandemi yang terkendali, kami yakin target ini bisa tercapai,” paparnya, Rabu (2/2/2022).

Ary Dekky Hananto mengatakan, untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pihaknya mengharuskan adanya pendamping lembaga penyalur kepada debitur. Lembaga debitur kemudian akan menyampaikan laporan secara berkala terkait progres penggunaan pembiayaan tersebut.

“Kita meminta laporan setiap lembaga penyalur untuk melaporkan setiap semester hasil – hasil dari pendampingan tersebut,” ungkapnya.

Selain melakukan pendampingan kepada debitur, pihaknya juga melakukan upaya penguatan dengan bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti pemda dan beberapa universitas untuk melakukan inkubasi usaha. Output dari pendampingan tersebut, di antaranya membantu pengurusan perizinan, pemasaran online dan peningkatan pendapatan.

“Upaya penguatan usaha Ini juga menjadi konsen kami tahun ini. Diharapkan dengan pendampingan dan penguatan ini, pelaku usaha bisa meningkatkan skala usahanya,” ujar Ary.

Sementara itu, Kepala Dinas koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menyebutkan, pembiayaan untuk usaha ultra mikro sangat penting, mengingat mereka sangat terdampak karena pandemi virus corona.

“Ada banyak usaha mikro yang terdampak karena pandemi, ada yang tutup tapi ada juga yang masih bisa dibantu, khususnya di sektor pariwisata,” ungkapnya.

Di Provinsi Jawa tengah sendiri, kata Ema, realisasi pembiayaan Ultra Mikro tahun 2021 sebesar Rp 763 miliar untuk 223.383 lebih debitur. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai sebesar Rp 1,8 triliun untuk 562.044 debitur.(HS)

Dishub Mulai Berlakukan Uji Coba E-Parkir di Empat Ruas Jalan, Selama Dua Jam Tercatat Ada 400 Transaksi

Tempat Relokasi Pasar Johar di MAJT Terbakar