
HALO SEMARANG – Tahun ini dipastikan tak ada pembangunan fisik di Kota Semarang. Hal itu setelah Pemerintah Kota Semarang merealokasi beberapa pos anggaran untuk penanganan pandemi virus corona atau Covid-19. Sejumlah pembangunan fisik yang sudah direncanakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terpaksa ditunda.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya akan memotong anggaran dinas hingga 85 persen. Menurutnya, itu merupakan keputusan berat namun hal ini harus dilakukan agar wabah Covid-19 segera mereda.
“Saya akan kumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD), sebenarnya saya berat mengatakan kepada teman-teman dinas bahwa keputusan kami mereka akan kami potong anggaran sampai 85 persen,” ucap Hendi, sapaannya.
Dalam RPJMD Pemerintah Kota Semarang, ada sejumlah rencana pembangunan fisik yang bakal dilaksanakan pada 2020, di antaranya kelanjutan pembangunan Pasar Johar, pembangunan jembatan kaca Tinjomoyo, kelanjutan pembangunan RSUD Mijen tipe D, dan sebagainya.
Hendi meminta masyarakat tidak berharap ada pembangunan besar di Kota Semarang tahun ini. Pasalnya, sebagian anggaran direalokasi untuk penanganan Covid-19. Di samping itu, adanya penurunan pendapatan yang cukup drastis di beberapa sektor pajak akibat Covid-19.
“Tahun ini tidak usah berharap ada pembangunan yang kelihatan besar di Semarang. Johar tidak jadi dibangun, rumah sakit, jembatan sampangan tidak jadi dibangun. Tidak ada duitnya,” sebutnya.
Hendi berjanji, jika ekonomi sudah membaik tahun depan pihaknya akan mengejar beberapa pembangunan yang terpaksa dibatalkan pada 2020 ini.
Sementara, anggaran yang berhubungan dengan urusan sosial kemasyarakatan seperti honor RT, RW, dan LPMK tidak mengalami perubahan. Kegiatan yang bersifat operations management (OM) masih dianggarkan.
“Misalnya, jalan rusak masih bisa diperbaiki,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto memaklumi kondisi tersebut. Menurutnya, karena kondisi darurat akibat wabah corona, anggaran pembangunan fisik yang sudah direncanakan tapi belum dilaksanakan bisa digeser untuk penanganan wabah dulu.
“Kondisi darurat seperti ini memang harus ada langkah agar persoalan wabah segera selesai dulu. Pembangunan bisa ditunda dan dilaksanakan pada tahun berikutnya setelah wabah tertangani,” katanya.(HS)