in

Atasi Dampak Ekonomi Wabah Corona, Hendi Minta Warga Mulai Maksimalkan Program Lumbung Kelurahan

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada pengurus rumah dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 di Kota Semarang, Senin (13/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus melakukan pendataan warga yang terkena dampak sosial akibat penyebaran virus Covid-19. Selain mengalokasikan bantuan 116 ribu sembako setiap bulan bagi warga terdampak di 16 kecamatan, Pemerintah Kota Semarang juga mendorong warga untuk dapat saling menolong dan menopang warga sekitarnya melalui program Lumbung Kelurahan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyerahkan bantuan 2.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada tujuh rumah sakit lini 1, 2 dan 3 dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 di Kota Semarang, Senin (13/4/2020).

“Kita semua adalah satu kesatuan, di mana jika yang satu sakit, yang lain juga harus ikut membantu. Melalui program Lumbung Kelurahan ini kami mengajak warga yang mampu untuk mensedekahkan dan mengcover tetangga terdekatnya dan saling melengkapi,” ajak Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Disinggung soal grafik penanganan Covid-19 di Kota Semarang, untuk pasien positif Covid-19 yang sembuh kenaikannya cukup pesat, tapi secara umum rentetan di belakangnya masih banyak.

“PDP yang masuk masih tinggi, PDP yang dinyatakan positif juga masih tinggi. Maka saya meminta kepada warga Kota Semarang jangan hanya melihat angka kesembuhannya yang kemudian banyak berinteraksi di luar. Tetap harus menahan diri untuk sesuatu yang tidak perlu, tetap stay at home, kalau urgen harus keluar rumah jangan lupa pakai masker,” kata Hendi.

Sementara untuk menjawab kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan 2.000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada tujuh rumah sakit lini 1, 2 dan 3 dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 di Kota Semarang, Senin (13/4/2020).

Selain 2.000 APD, Hendi juga menyerahkan bantuan berupa 10.000 masker bedah, 20.000 sarung tangan serta 14 safety box kepada tujuh rumah sakit yang ada di Kota Semarang.

Tujuh rumah sakit yang menerima bantuan APD tersebut adalah Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro, Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Panti Wilasa, Rumah Sakit Roemani, Rumah Sakit Nasional Diponegoro dan Rumah Sakit William Booth.

Hendi berharap bantuan APD dari Pemerintah Kota Semarang tersebut dapat memberikan perlindungan diri bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dalam penanganan pasien Covid-19.

Kepada perwakilan rumah sakit, Hendi tidak lupa menyampaikan terima kasih, dukungan dan doa agar seluruh tenaga medis senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan tugas serta menghadapi berbagai keluhan dari pasien dan masyarakat.

“Bantuan dan pembagian ini adalah putaran pertama yang harapannya dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sambil menunggu APD pesanan dari Dinas Kesehatan,” ungkap Hendi.

Tak hanya dari APBD Pemerintah kota saja, bantuan juga bersumber dari seluruh donatur dan pihak swasta yang bergerak bersama ikut memberikan sumbangsih bagi penanganan Covid-19 di Kota Semarang.

Ke depan, lanjut Hendi, bantuan APD dan keperluan medis masih akan terus diberikan untuk memenuhi kebutuhan pihak rumah sakit. Selain melakukan pemesanan di tingkat pusat, Pemerintah Kota Semarang juga memproduksi APD di Balai Latihan Kerja, sejumlah perusahaan garmen dan produksi para pengusaha.(HS)

Puluhan Wartawan di Semarang Jalani Rapid Test Corona, Hasil Tes Hari Pertama Semua Negatif

Udinus Berikan Bantuan ke RS Rujukan Covid-19 di Semarang