
HALO SEMARANG – Pilkada Serentak 2020 yang sedianya dilaksanakan akhir tahun ini, dipastikan akan diundur tahun depan. Hal itu setelah Komisi II DPR dan Pemerintah Pusat sepakat menunda penyekenggaraan Pilkada 2020.
Pemilihan yang awalnya serentak bakal diselenggarakan pada September mendatang, harus diundur karena maraknya wabah Covid-19 yang hingga saat ini belum terkendali.
Menanggapi penundaan tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, KPU Kota Semarang mengikuti keputusan dari KPU RI.
Semua kegiatan KPU ditunda termasuk tahapan pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), dan pemutakhiran data pemilih. Masa kerja panitia pemilihan kecamatan (PPK) juga ditunda hingga menunggu keputusan selanjutnya dari KPU RI.
Saat ini, pihaknya masih menunggu peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Soal dana hibah kami masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI dan Mendagri dalam metode pengembaliannya yang nanti tertuang dalam Perppu,” katanya, Rabu (1/4/2020).
Sementara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambut baik keputusan penundaan tersebut. Sebagai calon incumbent yang akan maju di Pilwakot Semarang 2020, menurutnya hal itu merupakan keputusan tepat sehingga pihaknya bisa lebih fokus terhadap penanganan Covid-19.
“Apapun keputusannya, saya kira harus dihormati. Apalagi saya dan Bu Ita (Hevearita G Rahayu) adalah salah satu calon. Kalau tidak ada penundaan, ibarat kami lagi menangani Covid-19 tapi tahapan kampanye jalan, jadi agak bias,” jelas Hendi, sapaannya, Rabu (1/4/2020).
Dengan penundaan ini, dia dan calon pasangannya yang juga Wakil Wali Kota Semarang, bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang bisa secara penuh fokus menangani pencegahan penyebaran Covid-19.
“Sekarang kan full 100 persen jajaran pemerintah menangani Covid-19,” ucapnya.
Disinggung terkait persiapan partai, Hendi mengatakan, saat ini partai juga tengah bekerja untuk masyarakat membantu persoalan pandemi corona. Partai juga memiliki peran untuk menyosialisasikan penanganan wabah ini dan memberi bantuan kepada masyarakat.
“Partai politik yang benar ya kerja untuk masyarakat. Kalau masyarakat lagi punya persoalan mestinya partai turun. PDIP sudah melakukan itu. Dalam aktifitas penyemprotan kami selalu turun,” terangnya.(HS)