
HALO SEMARANG – Pemkot Semarang merasa kecolongan dengan masukmya kapal pesiar Columbus yang bersandar dan menurunkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang beberapa waktu lalu.
“Untuk kapal pesiar yang ingin turun di Semarang sebenarnya kebijakan Pemkot Semarang sudah jelas seperti Viking Sun yang tidak boleh besandar. Setelah itu ada Albatros mau datang yang rapatnya diambil alih oleh Sekda Provinsi Jateng. Albatros belum sampai, tiba-tiba Columbus bersandar, yang kemudian kebijakan rapatnya menerima, walaupun saya sudah memberi masukan,” cerita Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat membentuk Satgas Cegah Corona di Balai Kota Semarang, Minggu (15/3/2020).
“Ini bukan forum saling menyalahkan, tapi saya sudah komunikasi KSOP, juga telepon Pak Sekda Provinsi Jateng, mohon untuk tidak memaksakan kehadiran 24 kapal yang ingin bersandar di Semarang. Sudah ditolak saja dari jauh hari, sudah kita tegaskan,” tekan Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu.
Bertempat di ruang lokakrida Balai Kota Semarang, Hendi pun menegaskan telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Corona agar situasi di Kota Semarang dapat lebih terkendali.
Melalui surat edaran Wali Kota Semarang bernomor B/ 1395/440/ III/2020, Hendi secara resmi menyatakan jika Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.
Dalam surat edaran tersebut, Hendi meminta semua pihak mulai dari jajaran pemerintah, BUMN/ BUMD, seluruh sekolah negeri maupun swasta serta asosiasi perhotelan, mal, jasa pariwisata, dan tempat umum lainnya, untuk mengambil langkah aktif mencegah penularan virus corona di Kota Semarang.
Di antaranya, melakukan sosialisasi dan edukasi upaya pencegahan dan pengendalian virus corona, menyiapkan alat deteksi suhu tubuh (thermo gun), antiseptik, dan masker bagi yang sakit, menunda kegiatan yang mendatangkan banyak peserta, membuat posko informasi terpadu di setiap instansi, serta meliburkan sekolah mulai TK hingga SMP dari tanggal 16 hingga 29 Maret 2020.
“Kami juga bentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas yang secara intens akan dikomandoi oleh Mbak Ita (Hevearita G Rahayu selaku Wakil Wali Kota Semarang). Gugus tugas akan bergerak cepat mengantisipasi penyebaran dan pos informasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan tracking pada setiap pasien yang dinyatakan positif virus corona untuk diteliti terkait dampaknya di Kota Semarang.
Termasuk melakukan identifikasi dan pendataan warga Kota Semarang yang mempunyai histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu dua pekan ini,” jelas Hendi.
“Kami juga mengupayakan bisa menyiapkan anggaran tak terduga Rp 5 miliar, di samping anggaran penyediaan anti septik yang dimiliki Dinas Kesehatan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian beberapa perlengkapan dan obat untuk pencegahan Covid-19 menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di lapangan,” tambahnya.
Ditekankan Hendi, dirinya beserta jajaran juga terus mendorong langkah setiap instansi untuk melakukan tindakan preventif sesuai kebutuhan dan lingkup kegiatannya masing-masing. Dicontohkannya semisal dengan melakukan penundaan sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, pembesihan fasilitas umum seperti BRT Trans Semarang, juga pembersihan ATM maupun mesin finger print.
Untuk lingkungan sekolah, Hendi menginstruksikan untuk meliburkan sekolah 14 hari ke depan. Tujuannya untuk dapat melakukan sterilisasi meja, kursi, dan alat permainan. Telah disepakati juga bantuan dari tenaga keamanan TNI-Polri sebagai tenaga untuk membantu kegiatan sterilisasi wilayah.(HS)