HALO SEMARANG – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, melontarkan psywar kepada provinsi pesaing menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Ia meminta KONI provinsi lainnya mencermati keseriusan Jawa Tengah dalam menyiapkan atlet melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026.
Pernyataan itu disampaikan Sujarwanto saat pembukaan Porprov XVII Jateng 2026 di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu malam (25/10/2026). Menurutnya, ajang olahraga empat tahunan ini menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaring atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi persaingan di PON 2028.
Sebanyak 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ambil bagian dalam Porprov kali ini. Mereka bersaing dalam berbagai cabang olahraga untuk menjadi yang terbaik sekaligus membuktikan hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Dari kompetisi tersebut, KONI Jateng akan memetakan atlet-atlet potensial untuk mengikuti tahapan seleksi sebelum dipersiapkan menghadapi kualifikasi atau Pra-PON.
“Setelah dilaksanakan seleksi, mereka akan dipersiapkan menuju Pra-PON, dan diharapkan bisa melanjutkan prestasi di PON. Target naik dari prestasi PON sebelumnya,” ujar Sujarwanto.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Jawa Tengah tak ingin sekadar menjadi peserta dalam pesta olahraga nasional. Melalui Porprov, KONI Jateng berupaya menyiapkan regenerasi atlet sekaligus memperkuat daya saing kontingen untuk menghadapi provinsi-provinsi yang selama ini menjadi pesaing dalam perebutan medali.
Sujarwanto menjelaskan, Porprov merupakan kompetisi olahraga antarkabupaten/kota yang digelar setiap empat tahun sekali. Selain menjadi arena perebutan prestasi, ajang ini berfungsi mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus menemukan talenta-talenta baru yang berpotensi memperkuat Jawa Tengah.
“Ajang ini menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet, mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah, serta menjaring bibit potensial,” ungkapnya.
Melalui kompetisi tersebut, kualitas pembinaan olahraga di setiap daerah diharapkan semakin terarah. Atlet yang menunjukkan performa terbaik akan memiliki kesempatan untuk masuk dalam proses seleksi menuju tim Jawa Tengah, dengan tetap mempertimbangkan hasil evaluasi dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Target peningkatan prestasi pada PON 2028 pun menjadi pekerjaan rumah yang harus disiapkan sejak sekarang. Persaingan di tingkat nasional menuntut pembinaan berkelanjutan, program latihan yang terukur, serta kesiapan atlet menghadapi tahapan kualifikasi sebelum tampil di arena utama.
Di sisi lain, Porprov XVII Jateng 2026 juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan rombongan pendukung di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal membuka peluang peningkatan aktivitas usaha, mulai dari kuliner dan UMKM hingga perhotelan serta pariwisata.
Dengan demikian, keberhasilan Porprov tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih masing-masing daerah. Ajang ini juga menjadi momentum memperkuat sistem pembinaan atlet, menjaga sportivitas, dan menggerakkan perekonomian lokal.
Bagi KONI Jateng, pekerjaan sesungguhnya justru berlanjut setelah Porprov berakhir. Atlet-atlet terbaik perlu diseleksi, dibina, dan dipersiapkan secara konsisten agar target peningkatan prestasi pada PON 2028 tidak berhenti sebagai ambisi, tetapi menjadi hasil nyata di arena pertandingan nasional.(HS)


