HALO SEMARANG – Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Jawa Tengah memperketat persiapan pertandingan cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026. Selain mematangkan teknis penyelenggaraan, Pertina menyiapkan pemanfaatan teknologi CCTV untuk membantu menjaga akurasi keputusan wasit dan hakim serta meminimalkan potensi kontroversi di atas ring.
Ketua Umum Pengprov Pertina Jawa Tengah, Kairul Anwar, menegaskan seluruh panitia dan perangkat pertandingan wajib menjaga integritas, sportivitas, serta kehormatan olahraga selama kompetisi berlangsung.
Pesan tersebut disampaikan Kairul saat memimpin rapat koordinasi persiapan pertandingan tinju Porprov Jateng 2026 bersama panitia pelaksana di Semarang, Senin (19/10/2026).
Pertandingan tinju dijadwalkan berlangsung di GOR Manunggal Jati Semarang pada 25–29 Oktober 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua Harian Pertina Jateng Sudarsono, Wakil Ketua Umum II Soedjatmiko, Sekretaris Achmad Ris Ediyanto, Technical Delegate Danang Adhi Kusuma, Koordinator Wasit Hakim M Mulyadi, serta perwakilan panitia pelaksana dari Pengkot Pertina Semarang.
“Semua yang terlibat, mulai dari technical delegate, ketua panitia pelaksana, pimpinan dan perangkat pertandingan hingga petugas lapangan, harus memegang teguh prinsip sportivitas dan integritas. Lindungi harkat para atlet dan jadikan olahraga ini sebagai alat pemersatu,” tegas Kairul.
Salah satu langkah yang disiapkan Pertina Jateng untuk menjaga kualitas pertandingan adalah memanfaatkan teknologi dan rekaman CCTV sebagai alat bantu apabila muncul keberatan atau komplain dari tim atlet selama pertarungan.
Menurut Kairul, rekaman visual diharapkan dapat membantu meninjau kejadian yang dipersoalkan, terutama ketika terdapat perbedaan penilaian terhadap benturan atau pukulan selama pertandingan.
Ia menilai, tanpa dukungan rekaman yang memadai, keputusan wasit dan hakim berpotensi memicu polemik apabila dipersoalkan oleh pihak yang bertanding.
“Kalau ada komplain terkait benturan atau pukulan dan kita tidak punya tayangan ulang (replay), komplain tersebut sering kali dianggap sebagai pembenaran dan wasit atau hakim yang dituduh bermasalah. Saya berusaha keras menghindari isu-isu seperti itu. Teknologi ini kita pakai untuk membantu akurasi dan menjaga sportivitas,” tandas Kairul, yang juga dikenal sebagai advokat dan tokoh sepak bola nasional.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Pertina Jateng menciptakan pertandingan yang transparan dan menjaga kepercayaan seluruh kontingen terhadap perangkat pertandingan.
Meski demikian, integritas tetap menjadi prinsip utama. Seluruh wasit, hakim, dan petugas pertandingan diminta menjalankan tugas secara profesional serta menjadikan kepentingan atlet sebagai prioritas.
Selain menyoroti kepemimpinan wasit dan hakim, Kairul mengingatkan pentingnya memastikan persoalan administrasi tidak mengganggu jalannya kompetisi.
Ia menegaskan, status keabsahan atlet yang telah diverifikasi oleh tim berwenang harus dihormati agar tidak memunculkan polemik baru menjelang pertandingan.
“Saya selalu ingatkan, selama atlet sudah terverifikasi oleh Tim Keabsahan KONI atau PB Porprov, posisinya sudah sah dan tidak bisa diotak-atik lagi. Jangan sampai ada keriuhan yang tidak kita harapkan hanya karena masalah keabsahan,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh pihak harus berfokus pada kesiapan atlet dan kelancaran pertandingan, bukan memperbesar persoalan administratif yang telah diselesaikan melalui mekanisme resmi.
Sementara itu, Ketua Harian Pertina Jateng, Sudarsono, menyampaikan bahwa pertandingan tinju Porprov Jateng 2026 diperkirakan diikuti 159 petinju. Jumlah tersebut masih berpotensi berubah menjadi 157 atlet.
Persaingan akan melibatkan kontingen dari 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Lima daerah dipastikan tidak berpartisipasi pada cabang olahraga tinju kali ini, yakni Kabupaten Semarang, Rembang, Wonogiri, Temanggung, dan Purbalingga.
Dengan persiapan teknis yang terus dimatangkan, Pertina Jateng berharap pertandingan tinju Porprov 2026 dapat berlangsung lancar, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pengawasan terhadap perangkat pertandingan, dukungan teknologi, serta kepastian administrasi atlet diharapkan menjadi fondasi penyelenggaraan kompetisi yang adil sekaligus menjaga marwah olahraga tinju di Jawa Tengah.(HS)

