HALO SEMARANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Teguh Subroto, mendukung penyelenggaraan Porprov sekaligus mendorong promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar ikut merasakan manfaat dari perhelatan olahraga tersebut.
Dukungan itu disampaikan Teguh saat menerima kunjungan jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Teguh menegaskan bahwa kesuksesan Porprov membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan maupun meningkatkan prestasi atlet Jawa Tengah.
“Kami mendukung penuh penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pencapaian prestasi para atlet,” ujarnya.
Menurut Teguh, Porprov merupakan bagian penting dari pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Kompetisi tingkat provinsi tersebut menjadi kesempatan bagi daerah untuk mengevaluasi hasil pembinaan sekaligus mengidentifikasi atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional hingga internasional.
Namun, ia menilai manfaat Porprov juga perlu dirasakan oleh masyarakat di luar arena pertandingan. Kehadiran atlet, ofisial, suporter, dan pengunjung dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor kuliner, transportasi, penginapan, hingga perdagangan produk lokal.
Karena itu, Teguh yang juga menjabat Ketua DPD Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Provinsi Jawa Tengah mendorong keterlibatan anggotanya dalam kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah memperkenalkan produk hasil usaha anggota Aslinmas, termasuk kopi dan berbagai produk UMKM, pada momentum pembukaan maupun rangkaian kegiatan Porprov. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan panitia penyelenggara.
“Kami ingin momentum Porprov ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui kegiatan ekonomi. Produk-produk hasil wirausaha anggota Aslinmas, termasuk kopi dan produk UMKM lainnya, diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Menurut Teguh, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan demikian, Porprov tidak hanya menjadi panggung bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga dapat membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM. Meski demikian, realisasi promosi produk tersebut masih memerlukan koordinasi dengan penyelenggara.
“Harapan kami, Porprov dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain melahirkan atlet berprestasi, momentum ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, bersama jajaran pengurus hadir dalam pertemuan tersebut untuk memperkuat sinergi dengan Kejati Jateng. Turut hadir Wakil Ketua Umum I Urip Sihabudin, Wakil Ketua Umum III Mugiyo Hartono, Sekretaris Umum Budi Santoso, serta Henry Pelupessy dari Bidang Manajemen Sumber Daya dan Dana.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–30 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya. Empat daerah menjadi tuan rumah, yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
Berdasarkan data penyelenggaraan, ajang tersebut akan diikuti 7.990 atlet dan 1.911 ofisial yang memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga. Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, pada 25 Oktober 2026, sedangkan sejumlah cabang olahraga mulai dipertandingkan sejak 20 Oktober.
Selain menjadi ajang persaingan atlet dari 35 kabupaten dan kota, Porprov juga menjadi salah satu tahapan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Hasil kompetisi diharapkan menjadi bahan evaluasi pembinaan sekaligus pemetaan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah.
Dengan skala penyelenggaraan tersebut, Porprov XVII diharapkan mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus: meningkatkan prestasi olahraga daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam rangkaian kegiatan.(HS)


