HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora memperpanjang kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Semarang, dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi di Kabupaten Blora.
Kerja sama ini menjadi salah satu upaya, untuk memperluas akses pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi guru, tenaga pendidik, aparatur sipil negara (ASN), tenaga non-ASN, dan masyarakat umum.
Kesepakatan bersama tersebut, ditandatangani baru-baru ini di ruang pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora.
Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dibangun sejak 5 Mei 2021, dengan perpanjangan untuk lima tahun ke depan.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi kepada Direktur UT Semarang beserta rombongan atas komitmen untuk melanjutkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Direktur UT Semarang beserta rombongan yang sudah berkomitmen menjalankan kerja sama dengan kita. Tentunya ini merupakan kontribusi untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya para guru dan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Blora, serta anak-anak Blora yang menempuh pendidikan di UT,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Menurut Bupati, keberadaan UT memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Dengan sistem tersebut, para guru, termasuk yang mengambil program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.
“Ini adalah kelanjutan dari kerja sama yang telah dibangun sejak 5 Mei 2021. Jadi, ini perpanjangan lima tahun untuk lima tahun ke depan, sebagai komitmen bersama antara UT dan Pemkab Blora,” jelasnya.
Bupati juga berharap ruang lingkup kolaborasi dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat. Tidak hanya bagi guru dan tenaga pendidik, kesempatan tersebut diharapkan dapat menjangkau ASN, tenaga non-ASN, serta masyarakat umum di Kabupaten Blora.
“Kepada UT, kami juga meminta agar kesempatan bagi para ASN, non-ASN, maupun masyarakat umum ini bisa kita kerja samakan. Kolaborasi yang sudah dilakukan ini diharapkan terus mendorong inovasi ke depan,” tambahnya.
Ia berharap sinergi antara Pemkab Blora dan UT Semarang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Blora.
Sementara itu, Direktur Universitas Terbuka Semarang, Dr Iqbal Miftakhul Mujtahid, menyampaikan bahwa keberadaan layanan UT di Blora memberikan peluang bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa baru yang terdata dalam sistem Sentra Layanan Universitas Terbuka – Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu, dan Aman (SALUT MUSTIKA) dan SALUT MUSTIKA Randublatung, saat ini mencapai sekitar 799 orang.
“Ini berarti anak-anak dari berbagai daerah di Kabupaten Blora bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas jangkauan layanan pendidikan dan mengajak semakin banyak generasi muda agar memanfaatkan kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Ini juga berarti kita akan masif untuk terus mendorong anak-anak bangsa agar berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Ini peluang besar untuk meningkatkan sumber daya anak-anak kita, generasi penerus di Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Melalui perpanjangan kerja sama ini, Pemkab Blora dan UT Semarang diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Blora yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan. (HS-08)


