in

Dishub Jateng Luncurkan PANDAWA LIMA, Laporan Pendapatan Terminal Kini Otomatis Masuk WhatsApp Pukul 08.00

Peluncuran inovasi PANDAWA LIMA, sistem pelaporan otomatis dalam sistem pelaporan pendapatan retribusi terminal di Jateng di Ruang Rapat BPSPP Wilayah V, Jalan Adhyaksa Nomor 25, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (21/10/2026).

HALO PURWOKERTO – Pelaporan pendapatan retribusi terminal di Jawa Tengah mulai diarahkan ke sistem yang lebih cepat dan praktis. Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan (BPSPP) Wilayah V meluncurkan inovasi PANDAWA LIMA, sistem pelaporan otomatis yang mengirimkan hasil analisis data pendapatan melalui WhatsApp kepada jajaran pimpinan setiap hari pukul 08.00 WIB.

Inovasi tersebut diluncurkan di Ruang Rapat BPSPP Wilayah V, Jalan Adhyaksa Nomor 25, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (21/10/2026). Peluncuran dilakukan secara daring oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Dahyan Iswahyudi.

PANDAWA LIMA merupakan singkatan dari Pelaporan Analisis Data Automatis via WhatsApp pada Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah V. Sistem ini dikembangkan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha BPSPP Wilayah V, Marlin Evalia, sebagai bagian dari Rancangan Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IX Tahun 2026.

Inovasi tersebut berfokus pada pelaporan pendapatan retribusi karcis parkir di luar badan jalan dari Terminal Tipe B Banjarnegara dan Terminal Tipe B Purbalingga.

Melalui sistem ini, jajaran pimpinan dapat menerima informasi pendapatan secara rutin tanpa harus menunggu proses rekapitulasi manual dari staf. Laporan yang dikirimkan juga disajikan dalam format seragam agar lebih mudah dibaca dan dipantau.

“PANDAWA LIMA dikembangkan untuk mempercepat penyampaian informasi pendapatan retribusi terminal kepada pimpinan. Dengan pelaporan otomatis melalui WhatsApp, data dapat diterima secara rutin pada waktu yang pasti sehingga memudahkan monitoring dan mendukung pengambilan keputusan,” demikian penjelasan mengenai tujuan inovasi tersebut.

PANDAWA LIMA tidak menggantikan sumber data yang sudah digunakan. Informasi pendapatan tetap mengacu pada basis data REKAN SI PARMIN yang kemudian diproses melalui penjadwalan otomatis atau scheduler.

Hasil pengolahan data selanjutnya dikirimkan secara otomatis ke WhatsApp jajaran pimpinan BPSPP Wilayah V setiap pukul 08.00 WIB. Dengan mekanisme tersebut, staf tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi manual setiap pagi untuk menyiapkan laporan rutin.

Sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban administrasi pegawai sekaligus meningkatkan konsistensi, ketepatan waktu, dan keterlacakan data. Pimpinan pun dapat memantau perkembangan pendapatan dengan lebih cepat sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan.

Peluncuran PANDAWA LIMA turut diikuti secara daring oleh seluruh kepala BPSPP se-Jawa Tengah. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi sekaligus membuka peluang penerapan sistem serupa di wilayah kerja lainnya.

Ke depan, PANDAWA LIMA diharapkan dapat direplikasi di seluruh BPSPP wilayah Jawa Tengah sehingga efektivitas pelaporan dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan semakin meningkat.

Peluncuran inovasi ini juga dirangkaikan dengan penyerahan nominasi performa petugas terbaik dalam penarikan retribusi karcis parkir di luar badan jalan di Terminal Tipe B Banjarnegara dan Purbalingga.

Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap kinerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kontribusi petugas dalam menjalankan tugas.

Untuk Terminal Tipe B Banjarnegara, nominasi terbaik pertama diberikan kepada Heri Febrianto, terbaik kedua Abdul Cholik Hidayat, dan terbaik ketiga Kurniawan.

Sementara itu, di Terminal Tipe B Purbalingga, nominasi terbaik pertama diraih Agus Yulianto, terbaik kedua Sarjono, dan terbaik ketiga Agus Suroso.

Pihak BPSPP Wilayah V menegaskan, keberhasilan implementasi PANDAWA LIMA membutuhkan komitmen seluruh pihak, mulai dari petugas terminal hingga jajaran balai. Validitas data dan ketepatan waktu pengiriman menjadi hal utama yang harus dijaga agar informasi yang diterima pimpinan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengiriman laporan akan terus dipantau dan dievaluasi, sedangkan penyempurnaan sistem dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan organisasi.

Menariknya, kegiatan peluncuran tersebut diselenggarakan tanpa menggunakan anggaran APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaannya mengandalkan kolaborasi serta optimalisasi dukungan dari pihak-pihak yang terlibat.

Melalui PANDAWA LIMA, BPSPP Wilayah V berharap digitalisasi pelaporan tidak sekadar menghadirkan sistem otomatis, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.(HS)

Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun hingga Triwulan III 2026, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja

Pemprov Jateng Perkuat Pesantren Ramah Anak, 22 Kasus Kekerasan Tercatat dalam Tiga Bulan