in

Rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kendal, Berbagai Lomba dan Kegiatan Keagamaan Digelar

Pembukaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Kamis (15/10/2026).

HALO KENDAL – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” di Kabupaten Kendal resmi dibuka, Kamis (15/10/2026) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal.

Kegiatan pembukaan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan diikuti para pimpinan pondok pesantren (ponpes), serta dihadiri ratusan santri dari berbagai ponpes yang ada di Kendal.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal mengatakan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan HSN 2026 di Kendal. Menurutnya, rangkaian dirancang, agar dapat memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat Kendal.

“Kegiatan HSN 2026 di Kabupaten Kendal kali ini lengkap dan beragam. Mulai dengan berbagai perlombaan, layanan administrasi kependudukan, ziarah ke makam para kiai dan ulama, hingga kegiatan halaqah dan manaqib,” beber Bupati.

Dirinya menegaskan, penyelenggaraan HSN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat sinergitas dan kolaborasi, antara pemerintah daerah, ponpes dan para ulama.

“Harapan kita bersama, bisa mencetak santri-santri yang memikiki pemahaman agama yang kuat, berintegritas, tangguh, cerdas, serta berkarakter mulia. Santri-santri inilah yang kelak menjadi harapan untuk memimpin bangsa, menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Bupati.

Pada kesempatan itu dirinya memberikan pesan khusus kepada para santri, dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan era digitalisasi.

Bupati juga mengimbau para santri, agar bijak dalam memanfaatkan media digital untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

“Di era digital modern ini, perkembangan teknologi sangat cepat. Untuk itu saya berharap, para santri dapat memanfaatkannya dalam menimba ilmu dan kegiatan yang membawa kemanfaatan, serta jangan sampai terjerumus ke hal-hal negatif,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari selaku Ketua Panitia melaporkan berbagai kegiatan HSN, yaitu lomba HSN Lomba Qiraatul Kutub dan Seni Keagamaan meliputi Kitab Safinatun Najah, Safinatun Furuq, Fathul Mu’in, Nadhom Imriti, kemudian lomba pembawa acara (MC), pidato, khotbah, serta lomba hadroh atau rebana.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Tumenggung Bahurekso dan gedung DPRD Kendal diikuti oleh 468 santri dari pondok pesantren se-Kabupaten Kendal pada tanggal 15 Oktober 2026”, bebernya.

Berikutnya, lanjut Sekda, pada tanggal 14-15 Oktober Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Disdukcapil memberikan pelayanan pembuatan identitas kependudukan seperti KTP bagi para santriawan dan santriwati, agar kejelasan kependudukan mereka terdata dengan baik.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah di Kecamatan Kaliwungu dan Pondok Pesantren Al-Musafa di Kecamatan Ngampel,” imbuhnya.

Sekda juga meyebut, selain itu, ada kegiatan advokasi dan edukasi, khusus bagi para santri yang digelar pada tanggal 15 Oktober 2026 bertempat di Ponpes Annur Kersan Gandon.

Selanjutnya pada 17 Oktober 2026 dilaksanakan manaqib kubro doa bersama untuk keselamatan negeri yang dipimpin oleh para ulama bersama kepala OPD, ASN, dan unsur pimpinan daerah di Masjid Agung Kendal.

“Pada tanggal 18 Oktober dilaksanakan jalan sehat dan karnaval santri di halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal, yang diikuti sekitar 5.000 santri, organisasi kemasyarakatan atau ormas, dan organisasi perangkat daerah atau OPD,” jelas Sekda.

Tanggal 19 Oktober 2026 diisi dengan kegiatan ziarah ke makam tokoh dan wali di Kendal, dan tanggal 20 Oktober 2026 Halaqah Pesantren di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal diikuti 700 orang dari ponpes.

“Untuk puncak acara tanggal 22 Oktober, dilaksanakan lomba nasi tumpeng dan upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Alun-alun Kabupaten Kendal,” imbuh Sekda

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas alokasi anggaran dan dukungan yang diberikan untuk kepentingan pondok pesantren serta para santri pada tahun ini.

“Melalui dukungan ini, peran santri yang selama ini mungkin belum begitu terlihat diharapkan dapat semakin nampak di tengah masyarakat. Selain itu, juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebanggaan sebagai seorang santri,” ujarnya.

Mahfud Sodiq turut berpesan kepada para santri untuk merasa bangga. Mengingat Kendal merupakan salah satu “Lumbung Santri” dan telah banyak tokoh penting yang lahir dari kalangan pesantren.

“Para santri harus terus bersemangat, banyak tokoh penting yang lahir dari pondok pesantren, dan santri diyakini mampu menjadi jawaban serta bagian penting untuk masa depan daerah dan bangsa,” pesannya.(HS)

Datangi Korban Kebakaan di Tejorejo, Bupati Kendal Upayakan Bantuan

Harga Sembako Lebih Murah, Kopdes Merah Putih di Boyolali Diserbu Warga