in

TPA Jatibarang Masih Menyimpan Bara, Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Api Tersembunyi

Kebakaran TPA Jatibarang, Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Kebakaran TPA Jatibarang, Kota Semarang, belum sepenuhnya berakhir. Di balik timbunan sampah yang tampak tenang dari permukaan, bara api masih bersembunyi dan terus menjadi perhatian petugas.

Untuk menemukan titik panas yang tak terlihat mata, Pemerintah Kota Semarang menggunakan teknologi drone thermal. Perangkat tersebut diterbangkan untuk memetakan koordinat titik panas di bawah timbunan sampah, sehingga proses pembongkaran dan penyiraman air dapat diarahkan lebih presisi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut membantu petugas mengetahui lokasi yang masih menyimpan panas.

“Drone thermal sangat membantu petugas memetakan koordinat titik panas secara tepat, sehingga pemadaman dan pembongkaran bisa difokuskan ke area paling krusial,” kata Agustina, Sabtu (3/10/2026).

Hasil pemantauan udara pada pukul 10.00 WIB menunjukkan titik panas masih terdeteksi di bawah timbunan sampah Zona 1, Zona 2, dan Zona 3. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Yang menjadi persoalan, bara tersebut tidak selalu terlihat dari permukaan. Karena itu, pemetaan menggunakan drone thermal menjadi bagian penting untuk menentukan lokasi yang perlu dibongkar dan disiram secara lebih terarah.

Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Brimob yang menerjunkan personel sekaligus memfasilitasi teknologi drone thermal untuk membantu pemetaan titik panas.

Menurutnya, dukungan tersebut memperkuat kerja petugas di lapangan, terutama dalam menghadapi kondisi timbunan sampah yang menyimpan panas di bagian dalam.

“Kolaborasi dan dukungan responsif dari Brimob sangat krusial dalam mempercepat penanganan kebakaran ini,” ujarnya.

Setelah titik panas dipetakan, penanganan dilakukan dengan mengerahkan armada tangki dan pemadam gabungan. Sebanyak 24 armada dari berbagai instansi dikerahkan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Disperkim, Dinas Pekerjaan Umum, PDAM Tirta Moedal, hingga PT Air Semarang Barat.

Armada tersebut menyalurkan lebih dari 150.000 liter air setiap hari untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Penanganan juga berjalan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara. Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan pemeriksaan kualitas udara di sekitar TPA pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Dari hasil pemantauan yang disampaikan Pemkot Semarang, kualitas udara di kawasan permukiman yang berada lebih jauh dari TPA mulai membaik seiring berkurangnya asap.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena kondisi di dalam timbunan belum sepenuhnya aman. Bara yang berada di bawah permukaan membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak kembali memunculkan titik api.

Selain pemadaman, kebutuhan petugas di lapangan juga diperhatikan. Dapur Umum BPBD dan PMI menyediakan 500 porsi makanan untuk setiap shift. Layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan PMI turut disiapkan untuk mendukung personel selama operasi berlangsung.

Bantuan pangan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga datang dari Bank Pasar, Bank Jateng, dan Baznas.

Untuk menjaga kelancaran operasi sekaligus keselamatan masyarakat, kunjungan ke TPA Jatibarang sementara dibatasi. Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan posko informasi dan mengatur akses media dengan pendampingan petugas.

Kebakaran TPA Jatibarang sendiri mulai terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 18.04 WIB dan melanda area sekitar 10 hektare di Zona 1, 2, dan 3. Hingga kini, penanganan masih berlanjut dengan pemadaman, pembongkaran timbunan, pendinginan, serta pemantauan titik panas.

Di tengah kepulan asap dan timbunan sampah yang luas, drone thermal kini menjadi salah satu alat penting bagi petugas untuk “melihat” apa yang tidak bisa terlihat dari permukaan: bara api yang masih bersembunyi di dalam gunungan sampah.(HS)

Bukan Sekadar Rumah Pejabat, Rumah Dinas Taj Yasin Dibuka Jadi Ruang Silaturahmi Warga