in

Kejuaraan Open Sepatu Roda 2026 di Kendal, 312 Pelajar dari PAUD hingga SD se-Jawa Tengah Bertanding

Ketua DPRD sekaligus Ketua Umum Pengkab Perserosi Kendal, Mahfud Sodiq, Ketua Umum Pengprov Perserosi Jateng, Erlangga Ardianza, Kepala Disdikbud Kendal, Yanuar Fatoni, Plt Sekretaris Disporapar Kendal, Zen Yukri Iswandaru, Ketua Umum KONI Kendal, Subur Isnadi bersama jajaran pengurus.

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal, bersama Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kendal dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal, menggelar Kendal Open Sepatu Roda 2026, di Stadion Utama Kendal, Minggu (20/9/2026).

Kejuaraan sepatu roda diikuti 312 pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD), dari berbagai daerah di Jawa Tengah, yang mempertandingkan kelompok umur anak-anak.

Pembukaan dihadiri Ketua DPRD sekaligus Ketua Umum Pengkab Perserosi Kendal, Mahfud Sodiq, Ketua Umum Pengprov Perserosi Jawa Tengah, Erlangga Ardianza, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Yanuar Fatoni, Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Zen Yukri Iswandaru, Ketua Umum KONI Kendal, Subur Isnadi bersama jajaran pengurus.

Dalam sambutannya Ketum Pengkab Perserosi Kendal, Mahdud Sodiq mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kendal Open Sepatu Roda 2026.

“Atas nama Pengkab Perserosi Kendal, saya ingin mengucapkan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada seluruh kontingen, pelatih, official, dan atlet sepatu roda yang telah menempuh perjalanan dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk hadir dan mengikuti Kendal Open Sepatu Roda 2026 ini,” ujar Ketua DPRD Kendal tersebut.

“Kehadiran adik-adik atlet sepatu roda di Kabupaten Kendal ini merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus bukti nyata dari tingginya semangat persaudaraan dan kecintaan kita terhadap kemajuan olahraga sepatu roda,” imbuh Mahfud, yang juga pengurus KONI Kendal.

Dirinya berharap, bukan sekadar tentang mencari siapa yang menjadi juara, membawa pulang piala, atau menjadi yang tercepat dan terkuat, namun lebih dari itu, Kejuaraan Sepatu Roda Open 2026 ini adalah wadah silaturahmi akbar, panggung untuk mengukur hasil latihan, serta ruang untuk saling bertukar pengalaman antardaerah.

“Di sinilah tempat di mana bakat-bakat muda diasah, dan mental atlet yang sejati dibentuk. Selamat bertanding kepada seluruh atlet sepatu roda, tunjukkan sportivitas dan raih prestasi yang dapat membanggakan daerahnya masing-masing,” ungkap Mahfud.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketum KONI Kendal, Subur Isnadi, yang berharap kepada seluruh atlet sepatu roda untuk dapat menyalurkan kemampuan terbaiknya, selama mengikuti latihan selama ini.

“Kepada seluruh atlet sepatu roda dari berbagai daerah yang saya banggakan, keluarkanlah seluruh kemampuan terbaik yang telah kalian latih selama ini. Bertandinglah dengan gigih, namun tetap junjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujarnya.

“Ingatlah bahwa kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih dengan kehormatan. Jadikan ajang ini untuk meraih prestasi yang membanggakan, serta bisa menambah teman dan mempererat tali persaudaraan dengan sesama atlet sepatu roda dari daerah lain,” pesan Subur.

Ia juga menyebut, peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.

“Dari adik-adik pemula yang kita lihat tadi sudah mempunyai bakat yang luar biasa. Mudah-mudahan event ini berlanjut untuk pembinaan ke depan, sehingga para juara akan terus dibina dan bisa berprestasi lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Subur.

Sementara itu, Ketua Panitia Kendal Open Sepatu Roda 2026, M Qinan Nakhur mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet muda.

Pihaknya berharap, para peserta dapat memperoleh pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan dan mental dalam menghadapi kompetisi.

“Kejuaraan ini mempertandingkan kategori pemula dan standart dengan kelompok usia mulai tingkat PAUD kemudian TK hingga sekolah dasar. Nomor yang dilombakan antara lain sprint 50 meter, 100 meter, 200 meter hingga 250 meter sesuai kategori masing-masing,” beber Qinan.

Sedangkan Ketua Pengprov Perserosi Jawa Tengah, Erlangga Ardianza menambahkan, ajang kejuaraan open berfungsi untuk menjaring bibit-bibit baru dari kelompok umur anak-anak. Memurutnya, ajang menjadi ruang bagi atlet muda guna mengasah kemampuan bertanding dan mental juara sebelum turun di multievent resmi.

“Kami dari Pengprov Perserosi Jawa Tengah berharap ajang kejuaraan terbuka seperti ini bisa rutin digelar. Karena dapat menjadi wadah penjaringan bibit muda, pematangan mental juara, serta sarana latihan bersama atau simulasi para atlet untuk persiapan menuju prestasi puncak,” ujarmya.(HS)

PGN Perluas Jargas Surabaya, 36 Ribu Warga Sudah Ajukan Minat Berlangganan

Menanam Hari Ini, Menjaga Pesisir Pulau Tirang untuk Generasi Nanti