HALO KENDAL – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Tol Trans Jawa KM 379+900 jalur Jakarta – Semarang, tepatnya di wilayah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, pada Rabu dini hari (19/8/2026) mengakibatkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Empat kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut meliputi satu unit ambulans Suzuki APV, truk Hino bak besi, Toyota Innova, dan Toyota Avanza.
Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah menjelaskan, kecelakaan bermula ketika ambulans melaju dari arah barat menuju ke arah timur.
“Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi ambulans diduga kurang konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang samping kanan truk Hino yang melaju searah di depannya,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Usai menabrak truk, ambulans oleng ke kanan dan menghantam mobil Toyota Innova yang berada di lajur kanan. Benturan keras tersebut bahkan membuat roda cadangan truk Hino terlepas dan menghantam bagian depan Toyota Avanza yang melaju tepat di belakang ambulans.
Diketahui, ambulans nahas tersebut tengah membawa jenazah almarhum Tyo Prasetyo, warga Cengkareng Timur, dari Jakarta dengan tujuan pemakaman di Jepara.
Adapun identitas ketiga korban yang meninggal dunia dalam insiden ini adalah TS (46) warga Tangerang (kru ambulans), GY (42) warga Cengkareng Timur (keluarga jenazah), dan MY (50) warga Tangerang (keluarga jenazah). Ketiganya duduk di sisi kiri pengemudi ambulans, yang terdiri atas asisten ambulans serta orang tua dari jenazah yang sedang diantar.
Berdasarkan hasil olah lokasi kondisi cuaca saat peristiwa terjadi terpantau cukup cerah. Kondisi jalan tol di lokasi juga lurus dengan permukaan beton yang baik serta arus lalu lintas yang sedang.
Pihak kepolisian menegaskan, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengemudi ambulans. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan dan penyidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Batang.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu berkonsentrasi saat berkendara, menjaga batas kecepatan, serta memastikan kondisi fisik tetap prima, khususnya ketika berkendara pada malam hingga dini hari,” kata AKP Eka.
Sementara, seluruh jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal. Dokter IGD RSI Kendal, dr Nauval Helmi mengungkapkan, bahwa ketiga korban tiba di rumah sakit pada pukul 03.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban tiba di RSI pukul 03.30 WIB pagi dalam kondisi masuk UGD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Rata-rata korban mengalami luka di bagian muka dan tangan akibat benturan keras,” ungkapnya.
Menjelang siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans RSI Kendal menuju daerah asal masing-masing di Jepara, Cengkareng, dan Tangerang untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, petugas Jasa Raharja wilayah Kendal, Ajeng Sari Nastiti memastikan, bahwa ahli waris dari masing-masing korban yang meninggal dunia akan segera menerima hak santunan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu maksimal Rp 20 juta per orang.(HS)


