HALO TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Temanggung, hingga 10 Agustus 2026, sudah menyalurkan bantuan sebanyak 185.000 liter air bersih, kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan air bersih tersebut didistribusikan menggunakan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
“Sudah sebanyak 37 tangki yang kita distribusikan. Air bersih disalurkan kepada 6.523 jiwa atau 1.753 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 19 titik pada sembilan kecamatan,” kata Totok, seperti dirilis temanggungkab.go.id, pada Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan, permintaan bantuan air bersih masih terus diterima seiring berlangsungnya musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD rata-rata mengerahkan dua kendaraan tangki setiap hari.
“Rata-rata setiap hari kita keluar dua tangki untuk memenuhi permintaan. Satu kendaraan bisa melakukan dua trip dalam sehari,” ujarnya.
Totok menyampaikan, distribusi air bersih dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan secara optimal. BPBD berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung dalam pengaturan jadwal distribusi bersama sejumlah lembaga dan unsur masyarakat.
Penanganan kekeringan juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). BPBD juga berkoordinasi dengan unsur pemadam kebakaran untuk memperkuat dukungan kendaran apabila diperlukan.
Selain itu, BPBD mendorong Perumda Air Minum (PDAM) untuk turut membantu pelanggan yang mengalami keterbatasan pasokan air melalui distribusi air bersih.
Sejumlah wilayah yang telah menerima bantuan antara lain Dusun Pagerjurang, Balong, Dempel, Gentan, Suruh, Wonogiri, dan Tambakboyo. Distribusi tidak hanya ditujukan bagi masyarakat, tetapi juga menyasar fasilitas umum, seperti sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang mengalami keterbatasan air.
Totok menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama BNPB, relawan, lembaga terkait, serta masyarakat terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan dapat diberikan kepada wilayah yang paling membutuhkan.
“Penanganan kekeringan ini membutuhkan kolaborasi. Yang penting kebutuhan masyarakat bisa tertangani dan distribusi air dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan,” tandasnya.
Distribusi air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau, sekaligus meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Pemerintah Kabupaten Temanggung akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak dan mengoptimalkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan. (HS-08)


