in

Tradisi Nasi Ambeng Pelengkap Selapanan dan Khotmil Qur’an di Dusun Ngemplik Demak

Tradisi membawa nasi ambeng di Dusun Ngemplik, Desa Banjarejo, sebagai bagian dari kegiatan rutin Selapanan dan Khotmil Qur'an. (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Tradisi nasi ambeng masih terus dilestarikan oleh masyarakat Dusun Ngemplik, Desa Banjarejo, sebagai bagian dari kegiatan rutin Selapanan dan Khotmil Qur’an.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini, menjadi simbol sedekah sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Nasi Ambeng merupakan nasi yang di beri toping aneka masakan lauk. Seperti sambal goreng, ikan asin, telur rebus, bihun dan lain sebagainya. Tidak beda dengan nasi hajatan warga kebanyakan.

Ketua Karang Taruna Dusun Ngemplik, Lagimin, mengatakan tradisi membawa nasi ambeng, bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk sedekah dan kebersamaan.

“Tradisi membawa nasi ambeng, bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi bentuk sedekah yang mempererat kebersamaan warga dan menjaga kegiatan keagamaan tetap hidup,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dalam acara Khotmil Qur’an, diisi dengan pembacaan Hizib Ratib Al-Atos yang dipanjatkan sebagai doa bersama.

Masyarakat berharap keberkahan tidak hanya dirasakan oleh warga Dusun Ngemplik, tetapi juga masyarakat di luar dusun.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ninis, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat budaya religius yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Menurutnya, tradisi Selapanan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat nilai kepedulian melalui sedekah.

Kegiatan yang dihadiri warga, tokoh agama, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Posko 87 UIN Walisongo Semarang.

Turut di undang Gus Nabil, putra KH. Munif Muhammad Zuhri, pendiri Pondok Pesantren Giri Kusumo Mranggen, Demak, Ketua Takmir Masjid Aminuddin, serta masyarakat Desa Banjarejo yang mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, baru-baru ini. (HS-08).

 

 

Kemendikdasmen dan Assemblr EDU Luncurkan ImajiNation 2026 untuk Perkuat Pembelajaran Koding dan AI

Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Fokus Kerjakan Program Bermanfaat dan Tidak Berambisi Berlebihan