HALO SEMARANG – Untuk meningkatkan partisipasi dan pendidikan kepemiluan masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan atau Pemilu, KPU Kota Semarang terus melakukan sosialisasi yang menyasar kelompok rentan, lansia, perempuan, pemilih pemula hingga pelajar di sekolah-sekolah. Karena melihat hasil dari evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 lalu, masih ada kelurahan tingkat partisipasi masih rendah maupun sebagian masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya.
Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan upaya sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait kepemiluan, terutama ke kelompok rentan, lansia, pemilih pemula atau pelajar untuk melek pemilu.
“Kegiatan sosialisasi memang terlebih dulu diadakan di 16 kelurahan di masing-masing kecamatan yang dimulai sejak pada bulan Mei lalu, melalui program road show KPU yang dijadwalkan akan berakhir pada September mendatang,” ungkapnya, Jumat (24/7/2026).
Dia mengatakan, program pendidikan kepemiluan ini penting agar masyarakat meningkat kesadaran tentang pendidikan pemilih. Baik dari pemilih pemula, kelompok rentan dan lainnya. Sehingga partisipasi dalam pemilu meningkat, memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk ikut berpartisipasi sebagai warga negara sesuai prinsip demokrasi, dan juga memilih pemimpin yang berkualitas.
Sementara, anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfa menambahkan, dari hasil Pilkada 2024 kemarin memang diketahui ada 16 kelurahan yang paling rendah partisipasinya dari seluruh kecamatan. Misalnya di Kecamatan Semarang Tengah yang disasar, yaitu ada Kelurahan Kembangsari.
“Sebelumnya, baru-baru ini juga kami kunjungi dan lakukan sosialisasi pada Selasa (21/7) kemarin di Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan,” katanya.
Selain di kelurahan juga nantinya program lain yang dijalankan yakni KPU Goes to School, dengan mengunjungi sebanyak enam sekolah.
“Dalam kegiatan ini kami melibatkan akademisi, dosen dan lainnya untuk menambah asupan terkait kepemiluan. Ini dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih yang sudah punya hak ikut pemilu,” jelasnya.
Melalui program tersebut, KPU Kota Semarang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih tetapi juga meningkatkan literasi tentang kepemiluan, bijak dalam menggunakan media sosail (medsos), menangkal penyebaran hoaks dam disinformasi. Serta membangun kesadaran partisipasi aktif masyarakat yang merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan demokrasi yang berlualitas” pungkasnya. (HS-06)


