in

Pemkot Semarang Perkuat Identitas Kota Sinema, Agustina Ajak Sineas Nasional Produksi Film di Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri kegiatan Meet and Greet sekaligus nonton bareng film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7/2026) malam.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat identitasnya sebagai Kota Sinema dengan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi insan perfilman nasional maupun lokal. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri kegiatan Meet and Greet sekaligus nonton bareng film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri jajaran Pemerintah Kota Semarang, tim produksi, serta para pemain film itu menjadi momentum untuk menegaskan kesiapan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi utama produksi film nasional.

Agustina mengatakan, Semarang tidak hanya menawarkan keindahan lanskap perkotaan dan bangunan bersejarah, tetapi juga memiliki ekosistem kreatif yang semakin berkembang serta dukungan pemerintah yang terbuka bagi para sineas.

“Kami sangat terbuka dan siap memberikan dukungan penuh bagi para sineas yang ingin berkarya di Kota Semarang. Kehadiran film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi bukti bahwa Semarang memiliki daya tarik yang kuat, baik dari sisi lokasi maupun ekosistem kreatifnya untuk mendukung produksi film nasional,” ujar Agustina.

Menurutnya, semakin banyak rumah produksi yang memilih Semarang sebagai lokasi syuting akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi industri perfilman, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, serta promosi kota di tingkat nasional.

Pemkot Semarang, lanjut Agustina, berkomitmen terus memperluas kerja sama dengan rumah produksi, komunitas perfilman, dan para pelaku industri kreatif agar semakin banyak karya layar lebar yang mengambil latar Kota Semarang.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak film berkualitas yang lahir dan menjadikan Kota Semarang sebagai bagian dari ceritanya,” katanya.

Sementara itu, aktor utama Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ariyo Wahab, mengaku terkesan dengan suasana Kota Semarang selama proses produksi yang berlangsung selama 24 hari.

Menurutnya, karakter kota yang kuat serta dukungan masyarakat dan pemerintah memberikan pengalaman yang sangat positif bagi seluruh tim produksi.

“Semarang adalah kota yang sangat autentik dengan karakter yang kuat. Atmosfer kota dan keramahan masyarakatnya sangat mendukung proses kreatif kami selama produksi,” ungkap Ariyo.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis merupakan drama keluarga yang sarat nilai emosional dan pesan moral. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di berbagai sudut Kota Semarang dengan melibatkan sineas serta talenta lokal, mulai dari kru produksi hingga para pemeran pendukung.

Keterlibatan sumber daya lokal tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem perfilman daerah sekaligus membuka peluang bagi insan kreatif Semarang untuk berkembang di industri film nasional.

Agustina berharap penguatan identitas Semarang sebagai Kota Sinema tidak berhenti pada penyediaan lokasi syuting semata, tetapi mampu melahirkan ekosistem perfilman yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui penguatan identitas Kota Sinema, kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi sineas lokal untuk tumbuh dan berkiprah di tingkat nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata Kota Semarang,” pungkasnya.(HS)

Pemprov Jateng Pastikan SDN Tanggirejo Grobogan Direvitalisasi, Lima Ruang Kelas Segera Diperbaiki