HALO BATANG – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang memetakan lahan pertanian waspada kekeringan di tujuh kecamatan, yang semuanya beradadi perbukitan.
Wilayah tersebut mencakup Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dispaperta Batang Syam Manohara, terkait antisipasi kekeringan di bidang pertanian di wilayahnya.
“Dispaperta memetakan sejumlah area perbukitan dan lahan tadah hujan sebagai titik paling rawan terdampak krisis air,” kata dia di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Senin (20/7/2026).
Wilayah-wilayah yang selama ini mengandalkan pertanian tadah hujan itu, menurut dia harus diwaspadai karena bakal terdampak, apabila terjadi krisis air.
Penurunan debit air diprediksi berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian, khususnya pada Musim Tanam (MT) ketiga dan keempat.
“Itu kecamatan-kecamatan yang harus kita waspadai mengalami dampak kekeringan. Karena itu kami menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak sekarang,” kata dia, seperti dirilis batangkab,go.id.
Dispaperta Batang juga telah menyiagakan puluhan unit pompa air di 50 desa, guna mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem pada musim kemarau tahun ini.
Langkah ini diambil untuk menyelamatkan sektor pertanian dan memastikan pasokan air bagi para petani tetap terjaga di wilayah-wilayah rawan.
Pemerintah daerah mengimbau para petani untuk tidak memaksakan masa tanam jika ketersediaan air irigasi tidak mencukupi.
Bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait potensi kemarau panjang.
“Kami menggarisbawahi apa yang disampaikan Kepala BPBD tentang potensi kekeringan di Kabupaten Batang. Dispaperta sudah mempersiapkan langkah-langkah yang harus ditempuh, terutama menghadapi musim tanam ketiga bahkan kemungkinan musim tanam keempat,” kata dia.
Syam menjelaskan, strategi penanganan difokuskan pada pengoperasian pompa pengairan yang disebar secara masif di daerah-daerah rentan. Menurut data, di 50 desa kita sudah mempunyai pompa untuk mempersiapkan pengairan sawah pada musim tanam berikutnya. Itu menjadi salah satu persiapan kami menghadapi musim kemarau.
Gudang Penyimpanan
Selain pompa yang sudah siaga di tingkat desa, Dispaperta juga menyiapkannya di gudang penyimpanan dinas untuk dioperasikan dalam kondisi darurat.
“Di dinas juga ada pompa cadangan. Saat ini sebagian masih dipakai di Celapar, dan di gudang juga tersedia sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan kami siap meluncurkan ke wilayah yang mengalami kekurangan air,” ungkapnya.
Antisipasi kekeringan juga berdampak pada penyesuaian skema bantuan benih dari APBD. Dispaperta memastikan bantuan benih tidak akan disalurkan ke wilayah yang lahan pertaniannya dalam kondisi kering kerontang demi mencegah kerugian petani.
“Ketika musim kering seperti ini, kita tidak mungkin mendistribusikan bibit karena lahan yang menjadi sasaran akan kesulitan air. Pengadaan maupun pendistribusiannya bisa dilakukan setelah hujan turun. Kalau belum turun hujan, kelompok tani harus menyiapkan pompa agar kebutuhan air tetap tercukupi,” imbuhnya.
Meski dibayang-bayangi ancaman kemarau panjang, kondisi pertanaman di Kabupaten Batang saat ini dilaporkan masih aman terkendali.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Rini Diana Anggriani menyebutkan, luas tanam padi pada Juni 2026 masih mencapai 4.390 hektare tanpa ada laporan kekeringan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
“Langkah preventif seperti rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan sarana konservasi air dinilai efektif dalam menekan dampak penurunan debit air. Tahun ini cukup banyak penanganan irigasi yang dilakukan. Harapannya bisa menjadi langkah menghadapi dampak El Nino maupun musim kemarau panjang, dan saat ini sudah banyak wilayah yang tertangani melalui program tersebut,” ujar dia.
Dispaperta mengimbau, para petani untuk tetap aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan jika mulai menemukan kendala pasokan air agar penanganan darurat dapat segera dilakukan. (HS-08)


