HALO BATANG – Wonotunggal Expo 2026 akan kembali digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026, di Alun-alun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Berbagai kegiatan seni budaya, perlombaan, kirab budaya, hingga bazar UMKM telah disiapkan untuk memeriahkan agenda tahunan tersebut.
Ketua Panitia Wonotunggal Expo Tatik Setianingsih, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batang, khususnya warga Kecamatan Wonotunggal, untuk hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Pagelaran Sanggar Merti Desa” dengan tagline “Senandung Karya Muda”.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Batang, khususnya warga Wonotunggal, untuk hadir dan memeriahkan Wonotunggal Expo 2026. Acara ini menjadi ruang bersama bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat untuk berkarya sekaligus mempererat kebersamaan,” kata dia, di Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Wonotunggal Expo tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pelestarian seni budaya, promosi produk unggulan desa, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pada hari pertama, Jumat (28/8/2026), kegiatan akan diawali dengan pembukaan resmi dan Lomba Inovasi PKK yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Selanjutnya, mulai siang hari akan digelar Pagelaran Seni I dan Lomba Mewarnai untuk anak-anak. Pagelaran seni tersebut akan menampilkan Rumah Dilan “Mentari” Desa Wonotunggal,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Malam harinya, panggung hiburan akan dimeriahkan oleh penampilan Band SMP Negeri 2 Wonotunggal, OM New Eleng, serta grup musik Discal and The Lemon.
Memasuki hari kedua, Sabtu (29/8/2026), panitia akan menggelar Lomba Rebana tingkat Kabupaten Batang yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan.
Pada waktu yang sama juga akan dilakukan penilaian Lomba Stand Bazar Desa yang menampilkan berbagai produk unggulan desa sebagai bagian dari upaya mendorong promosi potensi lokal.
“Rangkaian kegiatan Sabtu malam akan diisi dengan acara bertajuk Ujian Semester dan Gelar Prestasi Sanggar Merti Desa, yang menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas generasi muda di bidang seni dan budaya. Puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) melalui Kirab Budaya yang mengambil rute dari Lapangan Tegalsari menuju Alun-alun RTH Wonotunggal,” imbuhnya.
Kirab budaya diperkirakan menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian masyarakat karena menghadirkan berbagai atraksi budaya, kostum tradisional, serta partisipasi komunitas seni dari sejumlah wilayah.
Usai kirab, kegiatan akan dilanjutkan dengan Lomba Mewarnai kategori dua dan tiga serta Pagelaran Seni II.
“Sejumlah sanggar seni dijadwalkan tampil dalam pagelaran tersebut, diantaranya Sanggar Tari Antariksa Batang, Sanggar Tari Sekar Kencono Reban, Omah Sinau Bandar, Sanggar Tari Ngesthi Budaya, hingga penampilan TPQ Assakinah Teman Tuli Batang,” ungkapnya.
Selain berbagai pertunjukan seni dan perlombaan, Wonotunggal Expo 2026 juga menyediakan area khusus UMKM yang diharapkan menjadi pusat promosi sekaligus pemasaran produk-produk lokal dari Wonotunggal maupun desa-desa lain di Kabupaten Batang.
Tatik juga mengatakan, keberadaan bazar UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan expo karena diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui bazar UMKM, promosi produk lokal, dan kolaborasi berbagai komunitas seni yang ada di Batang,” harapnya.
Ia berharap, Wonotunggal Expo 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif.
“Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, panitia optimistis Wonotunggal Expo 2026 akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kecamatan Wonotunggal sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Batang,” ujar dia. (HS-08)


