in

Lepas Kafilah MTQ Nasional ke Kota Semarang, Sekda Banten Ajak Doakan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Acara pelepsan kafilah Provinsi Banten, untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto : bantenprov.go.id)

 

 

HALO SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengajak seluruh kafilah dan pengurus LPTQ Provinsi Banten, untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat akan melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Ajakan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, di sela-sela acara pelepasan kafilah Provinsi Banten, untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ia memimpin doa untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat akan melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

​”Mari kita bersama-sama mendoakan agar lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat akan melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Deden, seperti dirilis bantenprov.go.id.

Dalam pelepasannya, dia mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan fokus selama perlombaan.

​Pelepasan tersebut dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Pemusatan Latihan (Training Center) kafilah Banten yang digelar di Le Dian Hotel, Kota Serang, Kamis (10/9/2026).

​Deden menuturkan, situasi perlombaan yang memakan waktu hingga 10 hari tentu akan sangat berbeda dengan atmosfer saat masa latihan.

Oleh karena itu, kedisiplinan menjadi hal yang krusial, terutama bagi peserta yang masih berusia remaja.

​”Kalian nanti di sana akan melaksanakan perlombaan 10 hari dan situasinya pasti berbeda dengan tempat latihan. Pesan saya, jaga kekompakan, keselamatan, dan tentu jaga kesehatan. Jangan tidur larut malam, istirahatlah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” tegas Deden.

​Ia menekankan bahwa ajang tingkat nasional menuntut keseriusan dan konsentrasi tinggi dari tiap perwakilan daerah.

Terkait target capaian, Deden berharap kafilah Banten dapat membawa pulang hasil yang terbaik, meski hal yang paling utama adalah memberikan penampilan maksimal tanpa merasa terbebani.

​”Semua pasti berharap yang terbaik, termasuk kami dari para pengurus dan pembina LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an). Namun, yang terpenting pertama adalah anak-anak fokus, konsentrasi, kemudian menampilkan yang terbaik. Hasilnya nanti sepenuhnya bergantung pada penilaian dewan juri,” ujarnya.

Sementara itu ratusan jurnalis turut bergabung dalam doa bersama yang diprakarsai Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, pada Senin (7/9/2026) lalu.

Doa bersama digelar sekitar pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai di kawasan Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026) malam.

Ratusan jurnalis yang terdiri dari berbagai kelompok kerja (Pokja) lintas wilayah dan desk tersebut turut melangitkan doa untuk rekan kerja seprofesi yang belum kembali hingga saat ini.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo berharap doa bersama tersebut dapat memberikan kekuatan sekaligus membawa titik terang dalam proses pencarian.

“Semoga mendapatkan titik terang dari pencarian hari ini. Semoga doa-doa dari masyarakat doa-doa dari kawan-kawan insan pers bisa ada titik terang,” ujar Dwi dalam sambutannya sebelum doa bersama dimulai. (HS-08)

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak, Tim SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Puji Toleransi Lintas Agama yang Warnai MTQ Nasional 2026