in

Pemprov Jateng Kawal Program Mahasiswa KKN, dari Data Kemiskinan hingga UMKM Desa

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berdialog dengan mahasiswa, ketika menghadiri acara pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Prof KH Saifuddin Zuhri di halaman rektorat kampus tersebut, Rabu (15/7/2026). (Foto : Humas Jateng)

 

HALO BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, akan mengawal program yang akan dijalankan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.

Sejumlah program yang akan dijalankan mulai dari validasi data kemiskinan hingga pengembangan UMKM desa.

Komitmen itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Prof KH. Saifuddin Zuhri  di halaman rektorat kampus tersebut, Rabu (15/7/2026).

Di sela-sela acara pelepasan, Taj Yasin berdialog dengan sejumlah mahasiswa untuk mengetahui kesiapan mereka sekaligus mendengar persoalan yang akan dihadapi di lokasi KKN. Mulai dari kemiskinan, pengembangan UMKM, hingga pendidikan menjadi topik yang mengemuka dalam dialog tersebut.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi desa, termasuk memastikan ketepatan data kemiskinan yang menjadi dasar berbagai program intervensi.

“Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak,” ujarnya.

Setiap laporan maupun temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti bersama baik pemerintah provinsi, kabupaten dan desa.

Selain persoalan kemiskinan, Gus Yasin meminta mahasiswa turut memetakan potensi ekonomi desa. Hasil identifikasi itu nantinya akan dikawal pemerintah melalui pendampingan perizinan, peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal hingga perluasan pemasaran.

Ia mencontohkan, sebuah desa penghasil petai yang selama ini hanya menjual hasil panennya dalam bentuk mentah. Menurutnya, melalui pendampingan, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik atau olahan lainnya, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Nanti kita dampingi, termasuk packaging-nya (pengemasan). Setelah sudah bagus, PIRT-nya dan halalnya kita dorong juga,” ujarnya.

Salah satu peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi,  mengatakan kelompoknya akan melaksanakan KKN di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.

Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya akan fokus mengatasi tingginya angka putus sekolah di desa tersebut.

“Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Anggi, gagasan itu mendapat dukungan langsung dari Taj Yasin. Bahkan, Wakil Gubernur menyatakan akan memantau perkembangan program yang dijalankan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

Sebagai informasi, sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu tahun ini. Sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di empat kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Sementara 446 mahasiswa lainnya untuk pertama kalinya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Program KKN yang berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan Universitas An-Nuqayah Madura.(HS-08)

 

 

Dari Daun Talas, Pesantren, hingga Toko Madura: Raedu Basha Mengirim Surat untuk Kemanusiaan

Program Pohon Cinta Tanam Jadi Cara Kemenag Hijaukan Kabupaten Semarang