in

Efisiensi Anggaran Tekan Bisnis MICE, Rooms Inc Semarang Putar Haluan Bidik Segmen Lifestyle dan Korporasi

General Manager Rooms Inc Hotel Semarang Kusnadi bersama jajaran managemen DP Mall saat acara Sinar Mas Land Media Networking, Kamis (9/7/2026).

HALO SEMARANG – Industri perhotelan di Kota Semarang masih merasakan dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang membatasi pelaksanaan kegiatan rapat dan pertemuan di hotel. Kondisi tersebut memukul pendapatan dari sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), yang selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan utama hotel.

Salah satu hotel yang terdampak adalah Rooms Inc Hotel Semarang. Manajemen mengungkapkan bahwa kebijakan pengalihan anggaran tersebut menyebabkan penurunan pendapatan dari segmen MICE secara signifikan.

General Manager Rooms Inc Hotel Semarang, Kusnadi, mengatakan, kontribusi pendapatan dari sektor MICE saat ini hanya tersisa sekitar 20 persen dibandingkan kondisi sebelum kebijakan efisiensi diberlakukan.

“Efek efisiensi anggaran sangat terasa. Pendapatan dari segmen MICE turun lebih dari 80 persen. Dulu kegiatan rapat pemerintah cukup rutin diselenggarakan di hotel, namun sekarang jumlahnya jauh berkurang karena adanya pembatasan anggaran,” ujar Kusnadi saat acara Sinar Mas Land Media Networking, Kamis (9/7/2026).

Menghadapi situasi tersebut, Rooms Inc Hotel tidak tinggal diam. Berbagai strategi baru disiapkan untuk menjaga pertumbuhan bisnis dengan memperluas pasar di luar segmen pemerintahan.

Director of Sales & Marketing Rooms Inc Hotel Semarang, Theresia Pramengnugraheni, menjelaskan bahwa pihaknya kini lebih agresif menggarap pasar lifestyle dan korporasi melalui berbagai inovasi produk dan kolaborasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan outlet kuliner Churato di DP Mall Semarang, menggelar berbagai kegiatan hiburan seperti live music dan penampilan DJ di area Garden DP Mall, serta menghadirkan pilihan menu baru dengan harga yang lebih terjangkau.

“Strategi ini cukup membantu meningkatkan pendapatan. Outlet baru mampu mencatatkan omzet rata-rata sekitar Rp6 juta per hari,” jelas Theresia.

Selain itu, Rooms Inc juga memperkuat kerja sama dengan berbagai perusahaan swasta, termasuk sektor perbankan, untuk meningkatkan kontribusi pasar korporasi.

“Dari penetrasi ke segmen korporasi, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen. Harapannya, total pendapatan hotel tahun ini bisa meningkat hingga lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Di tengah tantangan sektor MICE, tingkat hunian kamar Rooms Inc Hotel masih menunjukkan kinerja positif. Rata-rata okupansi hotel berada di kisaran 78-80 persen, bahkan melonjak hingga 88 persen selama periode libur sekolah pada Juni-Juli 2026.

Mayoritas tamu berasal dari segmen keluarga dan wisatawan (leisure), terutama dari Jakarta, Semarang, serta sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

Dengan strategi diversifikasi pasar tersebut, Rooms Inc Hotel Semarang optimistis mampu menjaga kinerja bisnis di tengah perubahan pola belanja pemerintah, sekaligus memperkuat posisi sebagai hotel yang tidak hanya mengandalkan pasar MICE, tetapi juga segmen lifestyle, korporasi, dan wisata keluarga.(HS)

Satlantas Polres Grobogan Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas kepada Anggota Pocil MI Sejati Toroh

Jawa Tengah Siap Dukung Mandatori B50, Ahmad Luthfi: Dorong Kemandirian Energi hingga Sektor Transportasi