HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menggandeng perguruan tinggi lokal, untuk mempercepat realisasi Program Satu Desa Satu Sarjana, di daerah itu.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, Selasa (30/6/2026) di Ruang Prasandha Rumah Dinas Bupati Cilacap.
Rakor dipimpin langsung oleh Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. Hadir pula Pj Sekda Cilacap Annisa Fabriana, jajaran pejabat terkait, serta rektor dari 12 perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Cilacap.
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah realisasi program daerah, yaitu gerakan “Satu Desa Satu Sarjana”, yang rencananya akan mulai dilakukan pada tahun 2027 dengan murni dibiayai oleh APBD Kabupaten Cilacap.
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan bahwa program beasiswa ini, harus diprioritaskan untuk menambah jumlah masyarakat yang bisa mengenyam pendidikan tinggi, sekaligus memberdayakan perguruan tinggi di dalam wilayah Cilacap.
“Pemkab memiliki komitmen dalam memberikan pendidikan tinggi kepada masyarakat melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Jadi jangan sampai satu desa satu sarjana tapi dilemparnya ke kampus di luar daerah. Kalau di Cilacap banyak perguruan tinggi, kenapa tidak di Cilacap saja? Namun, Pemkab juga harus memastikan bahwa output-nya pun juga harus berkualitas” tegas Ammy, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Ammy menambahkan, pemanfaatan kampus lokal ini bertujuan agar Pemkab Cilacap tidak perlu lagi bergantung pada perguruan tinggi luar daerah hanya karena alasan status akreditasi yang dianggap lebih unggul.
Melalui kerja sama ini, keberadaan 12 perguruan tinggi di Cilacap diharapkan mampu menarik minat kuliah masyarakat sekaligus mengubah mindset dan karakter generasi muda.
Dalam jangka panjang, pemkab juga bermimpi memfasilitasi transformasi sekolah tinggi menjadi universitas serta membuka program S-2 hingga doktoral di Cilacap.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari menjelaskan bahwa ke-12 perguruan tinggi yang hadir dalam rapat tersebut, telah mengikat Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian, diharapkan menjadi instrumen konkret dalam memecahkan masalah makro daerah.
“Di dalam pola kerja sama ini diharapkan kita dapat bersinergi, kita bisa melakukan pengembangan yang lebih baik dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan khususnya terkait dengan kegiatan-kegiatan penelitian pengembangan, riset inovasi, maupun kegiatan yang mendukung proses pembangunan di Kabupaten Cilacap,” ujar Imam.
Melalui pembahasan selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap dapat menjaring aspirasi, gagasan, dan penyelesaian masalah dari tingkat terkecil yaitu desa secara lebih elegan, termasuk menyinergikan program KKN mahasiswa dengan penanganan isu strategis seperti kemiskinan, stunting, dan penguatan UMKM. (HS-08)


