HALO SEMARANG – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar, mengajak seluruh anggota Dharma Wanita menjadikan keluarga sebagai titik awal menebarkan perdamaian dan membangun harmoni sosial.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai perekat persaudaraan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat hingga bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan Helmi, saat memberikan pembinaan kepada Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia dan Dharma Wanita se-Kabupaten Papua Barat, di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, Papua Barat, baru-baru ini.
“Harmoni tidak pernah lahir dari keseragaman. Harmoni justru tercipta ketika berbagai perbedaan mampu saling melengkapi dan berjalan bersama menuju tujuan yang sama. Seperti sebuah paduan suara yang menghasilkan keindahan karena perpaduan berbagai jenis suara yang berbeda,” ujar Helmi, seperti dirilis kemenag.go.id.
Ia menuturkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam membangun harmoni, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Karena itu, perempuan diharapkan menjadi penyejuk yang menghadirkan kasih sayang, rasa aman, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan adalah penenun harmoni dalam keluarga. Ketika keluarga harmonis, maka masyarakat akan damai. Ketika masyarakat damai, maka bangsa akan semakin kuat,” kata dia.
Helmi juga menekankan bahwa perempuan merupakan agen perdamaian, yang dapat menghadirkan suasana saling percaya dan saling menghargai melalui dialog dan penghormatan terhadap perbedaan.
“Perdamaian bukan hanya tidak adanya konflik. Perdamaian adalah hadirnya rasa nyaman, saling percaya, dan saling menghargai. Perempuan memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan suasana itu, dimulai dari keluarga hingga lingkungan sosial yang lebih luas,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi mengajak anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama menjadi teladan dalam memperkuat moderasi beragama, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Kementerian Agama adalah jantungnya negara. Karena itu, kita harus menjadi pelopor dalam menebarkan nilai-nilai harmoni, toleransi, dan persaudaraan, dimulai dari lingkungan keluarga, organisasi, hingga masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengurus DWP memperkuat sinergi lintas daerah dan memanfaatkan momentum pertemuan di Manokwari untuk saling berbagi praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai wilayah.
Selain itu, Helmi mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni dengan alam.
“Menjaga lingkungan juga bagian dari harmoni. Harmoni bukan hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan alam ciptaan Tuhan. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik, membawa tumbler, dan menanam pohon di lingkungan sekitar,” pesannya.
Menutup arahannya, Helmi mengajak seluruh anggota Dharma Wanita menjadikan setiap amanah organisasi sebagai kesempatan untuk berkarya dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi mendatang.
“Jabatan akan berganti, masa kepengurusan akan berakhir. Tetapi karya, pengabdian, dan manfaat yang kita tinggalkan akan menjadi warisan yang terus dikenang. Karena itu, jadilah perempuan yang menghadirkan harmoni, menebarkan perdamaian, dan memperkuat persaudaraan bagi Indonesia,” tandasnya. (HS-08)


