HALO SEMARANG – Kondisi sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Semarang menjadi sorotan. Kerusakan yang terjadi di beberapa titik, terutama JPO Pasar Bulu dan JPO Karangayu di Jalan Jenderal Soedirman, dinilai dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki yang setiap hari memanfaatkan fasilitas tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mulai melakukan perbaikan pada JPO Pasar Bulu. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, sekaligus memastikan fasilitas penyeberangan tetap layak digunakan di tengah tingginya aktivitas warga dan pengunjung pasar.
Dalam proses perbaikan, tim teknis Dishub melakukan pembenahan pada bagian anak tangga yang mengalami kerusakan. Pekerjaan meliputi penguatan struktur serta penggantian sejumlah pijakan tangga menggunakan material baru agar jembatan kembali kokoh dan aman dilintasi.
Staf Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Angga Sumanjaya, mengatakan pemeliharaan JPO merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.
“Perbaikan ini kami lakukan untuk memastikan fasilitas penyeberangan dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Dishub berharap proses perbaikan dapat selesai sesuai jadwal sehingga JPO Pasar Bulu kembali berfungsi optimal sebagai sarana penyeberangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Meski demikian, perhatian masyarakat kini juga tertuju pada kondisi JPO Karangayu yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Jembatan yang menjadi akses penting menuju Pasar Karangayu itu diketahui mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa bagian besi jembatan terlihat berkarat. Selain itu, sejumlah papan alas jembatan mulai berlubang dan banyak baut pengikat yang terlepas. Kondisi tersebut membuat jembatan terasa bergoyang saat dilintasi pejalan kaki.
Padahal, JPO Karangayu menjadi fasilitas vital bagi warga yang hendak menyeberangi Jalan Jenderal Soedirman menuju Pasar Karangayu maupun kawasan sekitarnya.
Salah seorang warga, Diah, mengaku hampir setiap pekan menggunakan JPO tersebut saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Karangayu. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini cukup mengkhawatirkan dan membuat pengguna harus ekstra berhati-hati.
“Kalau lewat terasa goyang, terutama di bagian papan yang sudah mulai rusak. Banyak baut yang terlepas juga. Jadi ada rasa khawatir saat melintas, apalagi kalau ramai orang yang lewat bersamaan,” ujarnya.
Kekhawatiran semakin dirasakan ketika pengguna lain, seperti anak-anak dan lansia, ikut melintasi jembatan pada waktu yang sama.
“Kalau bersamaan dengan anak-anak atau lansia, harus lebih hati-hati lagi. Takut ada yang terpeleset atau terjatuh,” katanya.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kota Semarang tidak hanya fokus pada perbaikan JPO Pasar Bulu, tetapi juga segera melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap JPO Karangayu yang kondisinya dinilai semakin memprihatinkan.
“Kalau diperbaiki tentu masyarakat akan lebih nyaman dan tidak was-was saat melintas. Semoga harapan warga, khususnya pejalan kaki yang setiap hari menggunakan jembatan ini, bisa segera direspons,” harap Diah.
Keberadaan JPO memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan lalu lintas di kawasan perkotaan yang padat kendaraan. Karena itu, kondisi fasilitas publik tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tetap aman digunakan dan mampu mengurangi risiko kecelakaan bagi pejalan kaki.(HS)


