HALO SEMARANG – Kota Semarang terpilih menjadi salah satu lokasi dalam proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dari delapan lokasi yang ditunjuk pemerintah pusat untuk program PSEL nasional tahap kedua.
Sebelummya tahap pertama program PSEL sudah diresmikan di Bali pada 8 Juli 2026. Setelah proses seleksi bersama Kota Bekasi dan Bogor Raya yang juga akan diresmikan dalam waktu dekat ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani menambahkan, untuk proyek PSEL Semarang mitra yang terpilih pada tahap kedua, yakni Veolia Environmental Service Asia (Veolia). Mitra terpilih tersebut akan ditunjuk untuk mengelola dan mengembangkan PSEL di Semarang yang telah diseleksi oleh Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
“Berdasarkan evaluasi, setiap lokasi telah memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan. Mitra terpilih yang menerima Notice of Award bersifat conditional dan tunduk pada seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku. Ini merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengelola dan pengembang setelah persyaratan dipenuhi seluruhnya,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Saat ini, kata Glory, Pemerintah Kota Semarang masih menunggu pihak pemenang atau mitra proyek yang nantinya ditugaskan untuk mengelola PSEL di Kota Semarang. Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan lahan beserta akses masuk ke calon lokasi PSEL.
“Kami masih menunggu siapa pemenang proyek PSEL, apakah tetap dipegang perusahaan asal Prancis tersebut untuk mengelola di Kota Semarang. Sedangkan lahan sudah disiapkan persis di sebelah TPA Jatibarang. Memang elevasinya masih tinggi dan perlu adanya penataan lahan dan pengaturan elevasi lahan untuk akses jalan masuk dan sebagainya. Dan ini masih berproses semuanya,” imbuhnya.
“Ibu walikota juga menyiapkan anggaran untuk penataan lahan dan jalan aksesnya,” lanjutnya.
Adapun luasan penyiapan lahan sekitar 6 hektare dari kebutuhan lahan yang ditentukan.
“Kebutuhan lahan memang 5-6 hektare untuk proyek PSEL. Selain itu Pemkot juga melakukan pengangkutan sampah ke TPA. Serta mengalokasikan anggaran untuk penataan infrastruktur akses masuk, sedangkan untuk biaya konstruksi akan menjadi tugas pemenang mitra PSEL nanti yang terpilih,” pungkasnya. (HS-06)

