PAGI bagi Sovan Nurdiansyah dan Siti Waridhatun hampir selalu dimulai dengan kesibukan. Ada anak yang harus diantar ke sekolah, ada bahan masakan yang harus dibeli, hingga pesanan ayam geprek yang mesti diantar kepada pelanggan.
Rutinitas itu terus berulang. Bedanya, kesibukan pasangan suami istri asal Semarang tersebut kini semakin padat seiring usaha ayam geprek yang mereka rintis, Dian Geprek di kawasan Jangli Gabeng, semakin ramai.
Saat jam makan siang tiba, warung mereka menjadi salah satu jujugan pegawai dan pelanggan, termasuk para caddy yang bekerja di kawasan sekitar.
Di tengah kesibukan tersebut, sebuah Yamaha Gear Ultima menjadi kendaraan yang hampir selalu menemani aktivitas keluarga sekaligus operasional usaha mereka.
Bagi Sovan, motor tersebut bukan sekadar alat transportasi. Kapasitas angkutnya membuat berbagai kebutuhan usaha lebih mudah dibawa, mulai dari bahan masakan hingga pesanan pelanggan.
“Gear Ultima sangat tangguh dan selalu setia menemani keseharian kami, mulai dari mengantar jemput anak sekolah hingga menunjang mobilitas usaha harian,” ujar Sovan saat mengikuti kegiatan Yamaha Gear Ultima Picnic bersama keluarganya, Minggu, 20 September 2026.
Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya adalah ruang penyimpanan di bagian depan motor. Untuk memenuhi pesanan ayam geprek lengkap dengan es teh, misalnya, Sovan harus membawa cukup banyak es kristal.
Menurut dia, bagian dek depan Gear Ultima mampu menampung hingga delapan kantong es kristal sekaligus.
“Untuk pesanan menu ayam geprek sudah komplit dengan es teh, kami butuh banyak membawa es kristal. Nah, dek depan Gear Ultima ini sanggup memuat sampai delapan kantong es kristal sekaligus. Ini sangat menguntungkan, lebih hemat waktu dan bahan bakar,” bebernya.
Kemudahan membawa barang juga dirasakan saat mengantar pesanan. Dengan dua pengait atau double hook di bagian depan, Sovan dapat membawa hingga 20 paket makanan dalam sekali perjalanan.
Sementara itu, bagasi berkapasitas besar menjadi andalan ketika dirinya dan sang istri berbelanja kebutuhan dapur ke pasar.
Aktivitas usaha mereka memang membutuhkan kendaraan yang siap digunakan hampir setiap hari. Terlebih, lokasi usaha di kawasan Jangli memiliki sejumlah ruas jalan dengan tanjakan yang cukup menantang.
Namun, kondisi tersebut bukan persoalan bagi Sovan.
“Untuk konsumsi BBM sangat irit, satu liter bisa menempuh 60 kilometer. Tanjakan di area Jangli yang menantang juga bukan masalah. Dengan Gear Ultima, tarikan mesin di tanjakan terasa enteng banget seperti di jalan datar,” ungkap ayah dari Nusayba dan Askia tersebut.
Usaha Dian Geprek sendiri dirintis Sovan dan Siti setelah pandemi Covid-19. Perlahan, usaha tersebut berkembang hingga membuat keduanya hampir tidak memiliki waktu untuk benar-benar beristirahat.
Pesanan yang datang setiap hari membuat aktivitas mereka seolah tak mengenal hari libur. Karena itu, ketika mendapat kesempatan mengikuti Yamaha Gear Ultima Picnic, Sovan menganggapnya sebagai kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
“Refreshing juga penting dari padatnya rutinitas yang digeluti tiap hari. Jadi kita akhirnya melepas kepenatan dengan ikut serta dalam acara Gear Ultima Picnic,” tuturnya.
Perjalanan bersama keluarga itu membawa mereka dari Semarang menuju Salatiga. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan pengalaman yang berbeda, yakni menaiki Kereta Wisata (Kawis) dari Stasiun Tuntang menuju Stasiun Jambu.
Bagi Sovan, perjalanan tersebut memberikan pengalaman yang tak kalah berkesan dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan sehari-hari.
Panorama Rawa Pening yang terlihat dari atas kereta menjadi salah satu momen yang dinikmati bersama keluarga. Mereka juga berkesempatan mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa dan menikmati suasana hijau di kawasan wisata tersebut.
“Sangat senang sekali. Panorama alamnya begitu menyegarkan. Melihat indahnya Rawa Pening dari atas kereta wisata benar-benar membuat pikiran kami segar kembali dari padatnya rutinitas. Kami sekeluarga juga bisa berkeliling menikmati sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa,” kata Sovan.
Bagi keluarga Sovan, perjalanan itu bukan sekadar piknik. Ada sedikit jeda dari rutinitas, ada waktu bersama keluarga, sekaligus kesempatan menikmati hasil dari usaha yang selama ini mereka bangun bersama.
Di balik kesibukan menggoreng ayam, menyiapkan pesanan dan mengantar makanan, Sovan dan Siti kini memiliki cerita lain: bagaimana usaha kecil yang dirintis setelah pandemi perlahan tumbuh, dan kendaraan yang mereka gunakan ikut menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
“Pokoknya senang banget. Senang karena usaha kami terus berkembang berkat Gear Ultima. Terima kasih untuk Yamaha telah mengajak kami piknik dengan penuh keseruan,” pungkas Sovan.(HS)


