in

Ahmad Luthfi: Banser Jadi “Pendingin” di Tengah Ancaman Hoaks dan Radikalisme

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat membuka Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam menjaga kondusivitas masyarakat di tengah situasi global yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, Banser selama ini tidak hanya hadir sebagai organisasi kader, tetapi juga menjadi garda sosial yang aktif menjaga persatuan, membantu masyarakat, hingga terlibat dalam penanganan kebencanaan.

“Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, Banser berperan sebagai pendingin agar masyarakat tidak panas,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, Susbanpim bukan sekadar pelatihan kepemimpinan organisasi, melainkan proses pembentukan kader yang berkarakter kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai ahlussunah wal jamaah.

Karena itu, Luthfi berpesan agar kader Banser terus memperkuat kedisiplinan, loyalitas, wawasan kebangsaan, serta jiwa kepemimpinan agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak ringan. Arus disinformasi dan hoaks di media sosial dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman hingga konflik horizontal di tengah masyarakat.

Selain itu, ancaman radikalisme, intoleransi, dan politik identitas juga masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diantisipasi seluruh elemen bangsa.

“Banser harus hadir menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya persoalan sosial, Luthfi juga menyinggung tingginya potensi bencana alam di Jawa Tengah, mulai dari banjir, tanah longsor, rob, hingga aktivitas gunung api. Dalam situasi tersebut, Banser dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam aksi kemanusiaan dan respons kebencanaan.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan peradaban.

Menurutnya, transformasi kaderisasi Ansor menjadi langkah penting agar kader mampu beradaptasi dengan perubahan sosial maupun tantangan lokal di daerah masing-masing.

“Ke depan sahabat Ansor harus berdaya guna dan bermanfaat dengan segala kemampuan untuk pribadi, keluarga, dan masyarakat di daerahnya,” ujar Addin.

Ia berharap kader Banser dan GP Ansor tidak hanya kuat secara ideologi dan organisasi, tetapi juga mampu menjadi solusi di tengah masyarakat melalui kemampuan, kepemimpinan, dan pengabdian sosial.(HS)

Layanan Jantung Internasional RS KEI Solo Kini Bisa Diakses Peserta BPJS