in

Kemeriahan Arak-arakan Menandai Boyongan Pedagang Bangsri Jepara

Prosesi arak-arakan budaya di Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, dalam rangka perpindahan pedagang ke lokasi pasar yang baru, Rabu (29/4/2026). (Foto : jepara.go.id)

 

 

HALO JEPARA – Ribuan warga masyarakat memadati jalanan Kecamatan Bangsri, Rabu (29/4/2026) untuk menyaksikan prosesi arak-arakan budaya dalam rangka perpindahan pedagang ke lokasi pasar yang baru.

Iring-iringan ini dimulai dari lokasi keberangkatan dari pasar lama yang terletak di sebelah Terminal Bangsri menuju bangunan Pasar Baru Bangsri.

Kegiatan ini menjadi simbol resmi dimulainya aktivitas perniagaan di fasilitas yang lebih baik di pasar yang baru tersebut.

Prosesi arak-arakan berlangsung sangat semarak dengan kehadiran berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern untuk menghibur warga.

Kelompok drumband, kesenian barongsai, reog, hingga terbang jidur turut memeriahkan barisan panjang para pedagang yang berjalan bersama.

Suasana religius juga terasa kuat dalam rangkaian acara ini sebagai bagian dari tasyakuran perpindahan tempat usaha mereka.

Meskipun cuaca pada siang hari terasa sangat terik menyengat, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Bangsri, untuk tumpah ruah di sepanjang jalan.

Para pedagang yang ikut serta dalam iring-iringan tampak kompak mengenakan pakaian berwarna putih atau busana yang menyesuaikan dengan tema acara.

Kehadiran aparat dan tokoh masyarakat membuat jalannya pawai tetap tertib meski dipadati ribuan orang.

Kepala Disperindag Jepara, Anjar Jambore Widodo, tampak hadir langsung di tengah-tengah barisan arak-arakan untuk mendampingi para pedagang.

Kehadiran pejabat daerah ini merupakan bentuk dukungan moral pemerintah terhadap para pelaku ekonomi kecil yang sedang bertransisi ke tempat baru.

Paguyuban pedagang pun berperan aktif sebagai mediator dan kolaborator dalam memastikan seluruh anggotanya ikut serta dalam momentum bersejarah ini.

Kegiatan arak-arakan ini merupakan puncak dari rangkaian panjang rencana perpindahan yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2018.

Selain sebagai perayaan, momen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi kepada pelanggan bahwa lokasi perdagangan kini telah berpindah sepenuhnya.

Harapannya, semangat kebersamaan yang muncul saat arak-arakan dapat terus terjaga di lokasi pasar yang baru.

Masih Bertahan

Kepala Disperindag Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan pasca-peresmian pasar baru, Rabu (29/4/2026), masih terdapat sekitar 20 persen pedagang yang bertahan di lokasi pasar lama.

Anjar menegaskan bahwa pemerintah memberikan tenggat waktu selama satu minggu, bagi para pedagang tersebut untuk segera memindahkan barang dagangan mereka.

”Menurut para pedagang kondisi fasilitas di pasar lama saat ini sudah dianggap sangat tidak layak untuk kegiatan perdagangan yang sehat. Selain itu menunda kepindahan akan berdampak buruk pada pendapatan pedagang,” ungkapnya.

Pihaknya akan segera merapatkan langkah penutupan resmi pasar lama bersama Sekretaris Daerah pada minggu depan.

Mengenai lahan pasar lama yang terletak di sebelah terminal, Anjar menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki rencana untuk mengalihfungsikannya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Dengan demikian, area tersebut nantinya tidak lagi diperuntukkan bagi aktivitas jual beli. Transformasi lahan ini merupakan bagian dari penataan tata ruang kota yang lebih rapi dan seimbang di Kecamatan Bangsri.

Anjar juga memaparkan kronologi perpindahan yang sebenarnya sudah berjalan secara bertahap sejak awal tahun 2026. Sosialisasi intensif telah dimulai pada Februari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembagian nomor kios kepada seluruh pedagang pada periode Maret hingga pertengahan April 2026.

Ia bersyukur bahwa seluruh tahapan pembagian kios tersebut berjalan lancar tanpa ada gejolak di lapangan.

Pihak Disperindag mengapresiasi kesepakatan yang telah dibuat bersama paguyuban pasar, untuk melakukan boyongan secara serentak.

Menurutnya, dukungan penuh dari para pedagang menjadi kunci suksesnya pemindahan ribuan orang ke fasilitas yang lebih baru ini. Anjar optimis bahwa seluruh aktivitas perdagangan akan terpusat 100 persen di Pasar Baru Bangsri.
(HS-08)

PMI Demak Gelar Donor Darah pada Peringatan May Day

Wakil Bupati Jepara Tinjau Fasilitas Pasar Terbesar