in

Cegah Hoaks, Gubernur Jateng Minta Masyarakat Jeli Baca Informasi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat membuka Seminar Nasional dengan tema "Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat" di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Qur'an (Unsiq) Kabupaten Wonosobo, Sabtu, 25 April 2026.

HALO WONOSOBO — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak seluruh masyarakat untuk jeli dalam membaca dan memahami setiap informasi.  Sebab, derasnya arus informasi di era digital berpeluang muncul informasi yang justru mengandung hoaks maupun disinformasi.

Luthfi berharap, jangan sampai ada warga yang termakan disinformasi dan hoaks yang justru memecah belah persatuan dan melemahkan pembangunan.

“Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, jangan yang memecah persatuan,” kata  Luthfi saat membuka Seminar Nasional dengan tema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Kabupaten Wonosobo, Sabtu, 25 April 2026.

Ia mengatakan, arus informasi di era digital yang sangat cepat, memang memberikan manfaat besar, namun sekaligus membuka ruang masif bagi hoaks.

Menuruntya, hoaks bukan sekadar informasi salah, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan persatuan bangsa.

Oleh karenanta,  hoaks harus dilawan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan komunitas digital.

“Memerangi hoaks ini tidak mudah. Maka kita harus lakukan cek, recheck, dan final cek. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi,” kata  Luthfi.

Dalam seminar yang diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, ojek online, relawan hingga berbagai kelompok masyarakat tersebut,  Luthfi juga menegaskan pentingnya persatuan dan kolaborasi dalam membangun suatu wilayah. Pembangunan dapat berjalan lancar apabila melibatkan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat yang ada.

Sementara dalam menjalankan pemerintahan,  Luthfi selalu mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya bahkan kepada seluruh bupati dan walikota agar menciptakan good and clear governance. Ditekankan dia,  aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh pejabat publik adalah pelayan masyarakat.

“Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan agar masyarakat bisa melihat. Jangan alergi terhadap kritik, tapi jadikan sebagai pemacu untuk melayani dengan lebih baik lagi,” tandasnya.(HS)

Ketika Peluit, Truk, dan Kepedulian Warga Menjaga Jalur Silayur

Jateng Permudah Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku hingga Akhir 2026